Ridwan Kamil Imbau Warga Jabar Tahan Diri Beli Ivermectin: Tunggu BPOM

Ilustrasi IVERMECTIN, obat cacingan yang disebut-sebut efektif mengatasi COVID-19.
Foto: Shutterstock

Gubernur Jabar Ridwan Kamil atau akrab disapa Emil mengimbau kepada warga Jabar untuk menahan diri untuk menggunakan obat Ivermectin. Sebab, belum ada pengumuman resmi dari BPOM bahwa obat itu dapat efektif melawan virus corona.

“Pada dasarnya saya mengimbau warga untuk menahan diri dulu sampai keputusan secara resmi dari BPOM karena BPOM itu yang saya terima kan bahwa izin edarnya kan untuk obat cacing ya, bahwa itu efektif untuk COVID saya dengar juga begitu,” kata dia melalui keterangannya, Kamis (1/7).

Jika nantinya BPOM sudah memberi izin atau lampu hijau, Emil menyatakan bakal segera disosialisasikan ke warga Jabar. Untuk sementara waktu, dia mengimbau masyarakat agar menggunakan terlebih dahulu obat lainnya yang sudah resmi diizinkan oleh BPOM.

Emil mengungkapkan bahwa tingkat kematian di Jabar akibat virus corona dinilai rendah berada di angka 1,3 persen, sehingga sekitar 99 persen pasien dinyatakan sembuh dan sedang dalam proses penyembuhan. Dari data tersebut, dia menilai pasien dapat sembuh dengan menggunakan obat yang sudah beredar.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan keterangan soal 32 ASN di Gedung Sate positif COVID-19. Foto: Pemprov Jabar

“Tingkat fatalitas Jabar itu salah satu yang terendah hanya 1,3 persen ya artinya 99 persen itu sembuh dan sedang proses tersembuhkan oleh obat yang selama ini sudah beredar, jadi jangan euforia karena menyangkut urusan klinis dan menyangkut urusan nyawa,” ujar dia.

“Dan biasa jangan tergoda sama spekulasi, di mana ada spekulasi ya hukum ekonomi masuk kan, barang langka dan mahal padahal aslinya murah seperti dulu sepeda Brompton lah jadi hebohnya oleh berita yang tidak semestinya sehingga harga dasarnya sebenarnya tidak semahal itu,” pungkas dia.

Sebagaimana diketahui, kini ada 11 wilayah di Jabar yang masuk ke dalam zona merah sebaran corona dan tak ada wilayah dengan zona risiko rendah. Akibatnya, wilayah Bandung Raya pun ditetapkan masuk ke dalam siaga satu infeksi virus.

===

Saksikan video menarik di bawah ini:

Comments are closed.