PSSI Ungkap Alasan Mangkraknya Naturalisasi Sandy Walsh

Sandy Walsh. Foto: Instagram/@kvmechelen

Desakan terhadap PSSI untuk menaturalisasi sejumlah pemain keturunan Indonesia yang berkompetisi di luar negeri semakin hari semakin ramai saja. Sandy Walsh menjadi salah satu nama yang ramai diperbincangkan.

Akun Instagram Jhon van Beukering–yang diklaim palsu oleh PSSI–ramai berkoar agar sejumlah pemain keturunan Indonesia dinaturalisasi untuk bisa membela ‘Tim Garuda’. Walsh, pemain yang kini membela KV Mechelen di Belgia, adalah salah satu yang disebut.

Kendati demikian, Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, mengisyaratkan Walsh bukanlah prioritas untuk dinaturalisasi. Ia bahkan menyebut usia Walsh bukanlah seperti yang beredar di internet yakni 26 tahun.

“Saya sempat di-bully karena mengatakan Sandy Walsh berumur 32 tahun. Saya mengatakan, ‘Ngapain federasi mau menaturalisasi (pemain) umur-umur 32 tahun?’ Oleh agen yang memiliki kepentingan terhadap naturalisasi di balik, bahwa Yunus Nusi mengatakan Sandy Walsh umurnya 32 tahun. Kami tahu persis berapa umurnya,” ujarnya.

Plt. Sekjen PSSI, Yunus Nusi. Foto: Dok. PSSI

Lebih lanjut, Yunus juga mengisyaratkan bahwa kini PSSI akan lebih memprioritaskan untuk menaturalisasi pemain yang berusia lebih muda. Akan tetapi, keputusannya tetap ada di Shin Tae-yong selaku pelatih Timnas Indonesia.

“Kami tak ingin seperti dulu, naturalisasi di atas 30 tahun. PSSI melalui ketua umum mempertimbangkan hal itu, coba naturalisasi pemain-pemain muda,” kata Yunus.

“Memang, sudah ada beberapa nama termasuk Sandy Walsh dan lain-lain yang jadi nominasi. Namun, nominasi yang harus kami kerjakan adalah ketika Shin mengatakan, ‘Oke, kami maunya si ini, si ini, si ini, mohon federasi cepat memprosesnya’, kami akan proses,’ tambahnya.

Intinya, Yunus menekankan, untuk saat ini naturalisasi harus berdasarkan rekomendasi Shin. Opsi lain adalah berdasarkan keinginan si pemain yang memang mengajukan naturalisasi.

Pelatih Timnas Indonesia, Shin tae-yong. Foto: PSSI

“Naturalisasi itu kebutuhan tim yang direkomendasi pelatih dan direktur teknik. Bukan kebutuhan PSSI, bukan kebutuhan pengamat, bukan kebutuhan netizen. Selama pelatih tak merekomendasi, apa yang mau dinaturalisasi oleh PSSI?” terang Yunus.

“Kalau rekomendasi dari pelatih tak ada, apa yang mau kami proses? Mereka juga tidak main di klub Indonesia. Lain halnya kalau mereka main di klub Indonesia, tanpa juga ada keinginan Shin, mereka ada keinginan, maka federasi akan bantu,” tandasnya.

***

Comments are closed.