Prokes Ketat, Tata Janeeta: Saya Enggak Boleh Cium Bayi Sebelum Disemprot

Penyanyi Tata Janeeta saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta, Jumat, (28/8). Foto: Ronny

Tata Janeeta melahirkan anak ketiganya, R. Erlangga Danendra Brotoseno, pada Jumat (26/6). Ini menjadi buah cinta pertamanya dengan sang suami, Raden Brotoseno.

Perempuan 39 tahun itu merasa melahirkan di masa pandemi memberikan banyak tantangan. Sebab, ia sangat takut sang anak akan terjangkit COVID-19.

“Perasaannya aduh campur aduk, deh. Persiapannya itu, ya, protokol kita perketat, bapaknya juga teliti banget sampai kayak bantal dan apa-apa lainnya di rumah disemprot. Pas keluar RS juga ditutupin bayinya. Ya, kita jaga semuanyalah agar hal yang tidak terduga enggak terjadi,” kata Tata dalam konferensi pers virtual, Selasa (29/6).

Tata Janeeta Foto: Munady Widjaja/kumparan

Seperti yang telah Tata Janeeta katakan, Brotoseno ternyata sangat peduli pada prokes COVID-19 demi menjaga Erlangga. Bahkan, Tata tidak boleh sembarangan mengurus Erlangga.

“Dia mah riweh, heboh orangnya. Semua disemprot (sanitizer). Aduh parah deh. Saya saja enggak boleh cium bayi (Erlangga) kalau belum disemprot. Aduh, rempong,” tuturnya.

Selain menjaga prokes yang ketat, Brotoseno juga terus memberi bantuan pada Tata yang saat ini belum 100 persen pulih usai operasi caesar. Menurutnya, Brotoseno adalah sosok suami dan ayah yang sangat siaga.

“Dia pasti ikut bangun kalau anak bangun. Kalau saya sakit dia akan bangun dan dia antar misalnya ke toilet. Jadi, ya, dia ngurusin banget sih. Dan yang paling saya suka, dia tuh detail. Jadi, benar-benar tugas saya itu dikurangi sama Mas Broto. Dia selalu menyiapkan semuanya dan ya orangnya membantu banget, alhamdulilah,” ucap Tata.

Tata Janeeta melahirkan. Foto: dok. Pribadi

Brotoseno dan Tata pun sepakat untuk tidak menerima tamu demi kesehatan Erlangga. Sebab, ia dan suami tahu, saat ini kasus COVID-19 kembali tinggi.

“Kami minta maaf sama keluarga besar dak teman-teman. Bukannya enggak mau terima tamu, tapi karena pandemi suami memutuskan untuk minta pengertian untuk tidak menjenguk dulu. Jadi, kita hanya harapkan doa dari teman-teman, kerabat, dan keluarga besar. Ya, demi menghindari hal yang tidak diinginkan,” ujar Tata.

Jika Brotoseno sangat setia merawat Erlangga, bagaimana dengan dua anak Tata lainnya, Amara dan Athar? Bagaimana sambutan mereka terhadap kehadiran Erlangga?

“Mereka sering, tuh, subuh bangun kalau dengar adiknya nangis. Nanti ikutan nenangin gitu. Mereka excited-lah. Mungkin juga karena mereka sudah besar dan saat ada bayi mungil, kan, pasti senang,” kata Tata.

Comments are closed.