Prancis Kembali Tunda Pelonggaran Pembatasan Kegiatan Akibat Varian Delta

Polisi memeriksa dokumen pengendara sepeda di Place de la Bastille yang sepi saat lockdown di Paris, Prancis. Foto: AFP/Christophe ARCHAMBAULT

Pemerintah Prancis memutuskan kembali menunda pelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat di wilayah barat daya.

Alasan dari penundaan ini adalah ancaman gelombang keempat pandemi akibat varian Delta.

Varian Delta ini disebut jauh lebih menular dibandingkan dengan varian virus corona lainnya, seperti Alpha, Beta, Gamma, ataupun strain virus corona awal sebelum bermutasi.

Penyebaran varian yang sungguh cepat ini menyebabkan berbagai negara di dunia kembali memberlakukan pembatasan perjalanan internasional.

Juru Bicara Pemerintahan Prancis, Gabriel Attal, mengumumkan penundaan pelonggaran pembatasan kegiatan hingga 6 Juli mendatang akibat tingginya jumlah kasus infeksi varian Delta di area Landes, barat daya Prancis.

Pada awal pekan ini, Menteri Kesehatan Prancis, Olivier Veran, mengatakan bahwa varian Delta kini merepresentasikan hingga sekitar 20 persen dari total kasus COVID-19 Prancis.

“Kami tidak ingin mengambil risiko mengulang kembali epidemi ini. Ini berarti pelonggaran kebijakan pembatasan yang dilakukan serentak secara nasional pada hari ini, akan ditunda di wilayah Les Landes hingga setidaknya 6 Juli,” ujar Attal dikutip dari Reuters, Kamis (1/7).

“Kita memiliki berbagai langkah yang bisa kita lakukan untuk menghindari gelombang keempat epidemi ini,” tambahnya.

Tenaga medis turun dari ambulans membawa pasien terinfeksi COVID-19 di stasiun kereta Gare d’Austerlitz, Paris, Prancis, Rabu (1/4). Foto: Thomas Samson/Pool via REUTERS

Attal mengingatkan, virus corona ini dapat dilawan jika lebih banyak orang terlindungi lewat vaksinasi COVID-19.

Penasihat Ilmiah Pemerintah Prancis, Prof Jean-François Delfrassy, sebelumnya mengatakan varian Delta bisa memicu Prancis memasuki gelombang keempat pandemi corona, meskipun akan lebih ringan dibandingkan dengan ketiga gelombang sebelumnya.

Epidemiolog Prancis, Arnaud Fontanet, membenarkan pernyataan Delfrassy. Fontanet memprediksi Prancis akan memasuki gelombang keempat ini pada September atau Oktober 2021.

Kasus COVID-19 Prancis sempat merosot akibat percepatan vaksinasi. Tetapi pada Rabu (30/6), penambahan kasus COVID-19 harian mencapai 2.457 infeksi—angka tertinggi dalam 11 hari terakhir.

Comments are closed.