PPKM Mikro di Sumut Diperpanjang, Kegiatan Tempat Ibadah Masih Diperbolehkan

Ilustrasi beribadah di malam lailatul qadar. Foto: Shutter Stock

PPKM skala Mikro di Sumatera Utara (Sumut) diperpanjang hingga 20 Juli 2021. Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi berdasarkan Instruksi Gubernur Sumut Nomor 188.54/26/INST/2021 tanggal 5 Juli 2021.

Dalam instruksinya Edy melakukan sejumlah pengetatan di berbagai bidang, mulai dari pembatasan jam operasional mal hingga tempat usaha dan kerja.

Edy juga menjelaskan meskipun PPKM Mikro diperpanjang, kegiatan ibadah di tempat ibadah masih bisa dilakukan. Syaratnya dengan memperketat protokol kesehatan.

“Tempat ibadah diperbolehkan sepanjang menerapkan Prokes yang ketat. Jika harus ditutup merupakan hasil evaluasi Satgas kabupaten/kota masing-masing,” ujar Edy Rahmayadi melalui keterangannya, Rabu (7/7)

Dijelaskan Edy, sesuai Instruksi Mendagri Nomor 14 Tahun 2021 dan Instruksi Gubernur Sumatera Utara No. 188.54/26/INS/2021, wilayah yang berada di level 4, kegiatan ibadah di rumah ibadah ditiadakan.

Namun, lanjut Edy, hal ini tergantung kondisi di daerah masing-masing. Bila pemerintah daerah menyatakan COVID-19 masih aman dan terkendali, maka kegiatan keagamaan tetap dapat dilaksanakan.

Ia menyatakan, saat ini penyebaran corona di Sumut masih relatif terkendali. Peningkatan kasusnya, belum mengarahkan ke penutupan tempat-tempat ibadah.

“Masih terkendali, kita belum harus menutup tempat-tempat ibadah untuk ibadah rutin, tetapi harus menerapkan Prokes dengan ketat. Bila mana dalam perkembangan kemudian Satgas kabupaten/kota setelah evaluasi merasa perlu menutup tempat ibadah sementara waktu, itu dilakukan untuk melindungi masyarakat,” ujar Edy.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat diwawancara wartawan di Rumah Dinas Gubernur. Foto: Rahmat Utomo/kumparan

Namun demikian, Mantan Pangkostrad ini juga mengimbau masyarakat tetap di rumah dan disiplin menerapkan prokes selama pandemi corona, yakni dengan memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Hingga saat ini, penerapan protokol kesehatan secara ketat adalah cara yang paling ampuh untuk mencegah penyebaran COVID-19,” katanya.

Dia juga mengimbau masyarakat Sumut untuk bersedia mengikuti vaksinasi gratis yang dilaksanakan pemerintah.

“Sehingga dengan penerapan ini, maka harapan kita status COVID-19 di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan dan Sibolga masuk ke level yang lebih baik,” sebutnya.

Sebelumnya dalam instruksinya, ada 12 wilayah yang diperpanjang selama pandemi corona, yakni Kota Medan, Binjai, Tebingtinggi, Pematangsiantar, Padang Sidempuan dan Sibolga. Lalu Kabupaten Deliserdang, Serdangbedagai, Simalungun, Langkat, Karo dan Dairi.

Di antara ke 12 wilayah yang menerapkan PPKM Mikro, Kota Medan dan Sibolga masuk kriteri COVID-19 level empat. Musababnya angka penularan dan kematian di sana tinggi dibanding wilayah lain.

“Medan dan Sibolga masuk kriteria level 4 karena ada lebih 30 orang per 100 ribu penduduk dalam satu minggu dirawat di Rumah Sakit, karena COVID-19. Kemudian ada lebih dari 5 kasus kematian per 100 ribu penduduk dan lebih dari 150 kasus aktif per 100 ribu penduduk dalam rentang 2 Minggu,” ujar Kadis Kominfo Sumut Irman Oemar.

Comments are closed.