PPKM Darurat, Pemkot Tangsel Bentuk Tim Pengawas Tingkat Kecamatan

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie. Foto: Dok. Istimewa

Pemerintah resmi menerapkan PPKM Darurat di Jawa dan Bali per 3 Juli. Aturan berlaku sampai 2 minggu setelahnya.

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie berharap aturan PPKM Darurat dapat berjalan efektif, serta mampu menekan angka penyebaran COVID-19, khususnya di wilayah Tangsel.

Untuk mengintensifkan kebijakan tersebut, Pemkot bersama Forkompimda akan membentuk tim pengawas di 7 wilayah kecamatan yang ada di Tangsel.

“Untuk melaksanakan pemantauan, pengawasan di lapangan, maka kami membentuk 7 tim pada setiap kecamatan. Terdiri dari anggota Satpol PP, dari satuan Polri, dari satuan TNI, dari satuan Kejaksaan Negeri, demikian juga dengan dari yang lain-lain,” kata Benyamin, Kamis, (1/7).

Infografik PPKM Darurat Berlaku di Jawa dan Bali.
Foto: kumparan

Pemkot Tangsel, kata dia, akan mengikuti 14 aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan di PPKM Darurat.

“Untuk melaksanakan hal tersebut, kami akan menerbitkan Surat Edaran terkait dengan pengaturan-pengaturan tadi,” ujarnya.

Benyamin menyebut, pengawasan oleh petugas gabungan di 7 wilayah kecamatan di Tangsel, dilakukan demi memastikan PPKM Darurat dapat benar-benar dipatuhi masyarakat.

“Kita akan lakukan pemantauan pada titik-titik tertentu. Apakah pada jam 20.00 sudah betul-betul tutup. Biasa ini kami akan lakukan monitoring, patroli dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Untuk diketahui hingga hari ini, angka terkonfirmasi COVID-19 di Kota Tangerang Selatan mencapai 13.423 kasus. Dengan angka meninggal dunia sebanyak 430 dan kesembuhan 11.376 kasus.

Comments are closed.