PPKM Darurat, Kapasitas Kereta Api Antar Kota 70% dan Wajib Sudah Divaksin

Penumpang kereta Argo Lawu berjalan keluar dari gerbong saat tiba di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin (17/5/2021). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Pada masa PPKM Darurat untuk pengguna moda transportasi kereta api akan diberlakukan pembatasan kapasitas angkut. Selain itu penumpang diwajibkan sudah divaksin minimal dosis pertama dan punya hasil tes PCR atau antigen negatif corona sebagai syarat perjalanannya.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menjelaskan untuk kapasitas angkut kereta api antar kota masih sama dengan aturan sebelum PPKM Darurat yakni sebesar 70 persen.

“Pada moda perkeretaapian kapasitas angkut antar kota sama, tetap 70 persen,” ujar Budi dalam keterangannya, Jumat (2/7).

Untuk perkeretaapian perkotaan non KRL akan tetap 50 persen sesuai dengan surat edaran yang berlaku pada masa PPKM Darurat.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono dan Menhub Budi Karya Sumadi saat rapat koordinasi bahas larangan Mudik 2021. Foto: Dok. Istimewa

Jam operasional kereta api nantinya masih akan disesuaikan dengan masing-masing jadwal keberangkatan kereta api para pengguna.

Berikut syarat pengguna yang harus dilakukan bagi para calon pengguna transportasi kereta api antar kota pada masa PPKM Darurat:

Sertifikasi Vaksin

Real Time PCR maksimal 2×24 jam atau Real Time Antigen maksimal 1×24 jam

Diketahui, PPKM Darurat ini dilakukan di Pulau Jawa-Bali. Ada 121 kabupaten/kota yang akan menerapkan PPKM Darurat ini mulai 3 hingga 20 Juli 2021.

Comments are closed.