PPKM Darurat Hari Pertama: Lurah di Depok Gelar Hajatan; Lenteng Agung Macet

Gedung perkantoran di Jalan Sudirman Jakarta saat penerapan PPKM Darurat. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sabtu (4/7/2021) adalah hari pertama PPKM Darurat di Jawa dan Bali berlaku.

PPKM Darurat rencananya akan berlaku selama dua pekan ke depan. PPKM Darurat adalah cara yang diambil untuk menahan laju penyebaran virus corona.

Lebih dari sepekan terakhir, kasus COVID-19 di Indonesia menyebar. Bahkan hampir setiap harinya muncul lebih dari 20 ribu kasus baru.

Pada hari pertama, Menko Marves Luhut Pandjaitan mengakui di Jakarta dan Bandung berjalan baik.

Meski baik, masih ada sejumlah peristiwa mencengangkan saat pelaksanaan PPKM Darurat hari pertama.

Lurah di Depok Gelar Hajatan

Acara pernikahan yang digelar oleh Lurah Kecamatan Pancoran Mas, Depok di tengah PPKM Darurat. Foto: Dok. Istimewa

Acara hajatan dengan lebih dari jumlah maksimum yang ditetapkan saat PPKM Darurat digelar di Gang Hj Syuair RT 01 RW 02 Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Sabtu (3/7).

kumparan juga menerima video kiriman dari seorang warga yang tidak ingin disebutkan identitasnya. Dalam video tersebut, terlihat puluhan tamu sedang berjoget tarian khas daerah.

Saat dikonfirmasi ke warga setempat, dia membenarkan acara tersebut digelar oleh seorang lurah di Pancoran Mas, Depok yang menikahkan anaknya. Dia juga mendapat undangan pernikahan tersebut namun memilih untuk tetap berada di rumah.

Macet di Lenteng Agung

Macet Jalan Raya Lenteng Agung-Tanjung Barat. Foto: Ainul Qalbi/kumparan

Selain hajatan, pada hari pertama PPKM Darurat, pihak kepolisian melakukan beberapa penyekatan salah satunya di wilayah Lenteng Agung.

Penyekatan dilakukan sejak pagi tadi. Antrean kendaraan terlihat mengular dan terjadi kemacetan. Video kemacetan tersebut viral di media sosial.

Kasat Lantas Polres Jakarta Selatan, Kompol Sri Widodo, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya kemacetan terjadi karena petugas memberlakukan sistem buka tutup.

“Betul (terjadi kemacetan), lalu dilakukan skema buka tutup,” kata Sri Widodo saat dikonfirmasi.

Ganjar Teriaki Warung Makan yang Masih Dine In

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau relawan satgas Jogo Tonggo serta tempat isolasi yang diperuntukkan bagi pasien OTG COVID-19 di Kelurahan Mangunjiwan, Kabupaten Demak, Jum’at (18/6). Foto: Pemprov Jawa Tengah

Bukan cuma di wilayah Jakarta dan sekitarnya, PPKM Darurat hari pertama di Semarang diliputi kejadian mengejutkan.

Beberapa warung makan masih ramai pengunjung makan di tempat. Padahal dalam PPKM Darurat, warung makan hanya boleh melayani take away.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pun akhirnya turun tangan. Dia harus memberikan peringatan kepada warga agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Jadi di pasar saya harus kembali teriak-teriak untuk menertibkan. kepala pasar harus menyiapkan tim jaga untuk menyampaikan itu kepada masyarakat,” jelas Ganjar.

Comments are closed.