PPKM Darurat di Kota Tegal, Tak Ada Bantuan Sosial untuk Warga Miskin

Ilustrasi uang rupiah Foto: Maciej Matlak/Shutterstock

TEGAL – Kota Tegal jadi salah satu daerah yang melaksanakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3-20 Juli 2021. Namun, Pemkot Tegak kali ini tidak memberikan bantuan sosial bagi warga miskin.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tegal Johardi, bantuan sosial, akan diberikan kepada warga atau pasien COVID-19 yang sedang isolasi mandiri.

“‎Bantuan Dinas Sosial saat ini mendata dulu masyarakat yang positif COVID-19. Itu utamanya. Warga miskin belum, harus ada DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial)-nya. Sejauh ini bantuan hanya untuk yang isoman saja berupa sembako,” kata Johardi, Jumat (2/7/2021) petang.

Johardi mengatakan, Pemkot akan melaksanakan PPKM Darurat sesuai dengan keputusan Presiden Joko Widodo. Meski demikian, pihaknya masih menyusun aturan turunannya sebelum diedarkan ke masyarakat.

“Inmendagri baru saja turun jam setengah satu siang. Kami rapatkan internal untuk diterjemahkan, selanjutnya nanti dituangkan SE (surat edaran) wali kota. Setelah disusun bagian hukum, nanti diajukan ke wali kota untuk pengesahan agar bisa segera diedarkan,” kata Johardi.

Johardi menyebut, ‎nantinya isi SE tersebut‎, sesuai dengan yang disampaikan Presiden Joko Widodo. Di antaranya kebijakan penutupan sementara pusat perbelanjaan seperti mal, tempat ibadah, hingga fasilitas umum seperti area publik.

“Termasuk pernikahan juga dibatasi hanya 30 orang. Tidak boleh menyediakan makanan prasmanan, hanya dibawa pulang. Nanti ada secara teknis di SE-nya,” sebut Johardi.

Johardi menambahkan, dalam pelaksanaan PPKM Darurat‎, nantinya juga akan mengatur sanksi bagi pelanggar agar menimbulkan efek jera.

‎”Tetap ada sanksi. Itu sebelumnya sudah ada di SE yang lama yang baru minggu kemarin kita keluarkan bersama dengan perpanjangan PPKM Mikro. SE itu nanti diubah, yang dipakai nanti SE PPKM Darurat,” pungkasnya.

Sementara Kepala Bagian Hukum Pemkot Tegal Budio Pradipto saat dikonfirmasi, Jumat malam, mengaku masih menyusun edaran wali kota. “Masih berproses. Semoga tidak lama bisa terbit. PPKM Darurat berlaku mulai tanggal 3 Juli besok,” kata Budio. (*)

Comments are closed.