PPKM Darurat, Cafe di Yogya yang Langgar Prokes Bisa Langsung Ditutup

Kasatpol PP DIY Noviar Rahmad di Kepatihan Pemda DIY, Kamis (1/7). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Satpol PP DIY bakal bertindak lebih tegas pada saat pelaksanaan PPKM Darurat yang berlangsung 3 sampai 20 Juli di Jawa-Bali. Kini, jika ada cafe atau rumah makan yang melanggar prokes akan langsung ditutup. Tanpa peringatan, tanpa pemanggilan.

“Di dalam Inmendagri ada ketentuan sanksi kalau masih ada pelanggaran (cafe rumah makan) menyediakan dine in tutup,” kata Kasatpol PP DIY Noviar Rahmad di Kepatihan Pemda DIY, Kamis (1/7).

Sebelumnya, penutupan tempat usaha di DIY dilakukan melalui sanksi berjenjang. Mulai dari peringatan, pemanggilan, dan penutupan 3 kali 24 jam.

“Tidak ada peringatan, tidak dipanggil-panggil langsung tutup,” jelasnya.

Soal aturan di dalam PPKM Darurat ini akan segera disosialisasikan begitu Inmendagri keluar. Sosialisasi juga akan dilakukan dinas-dinas terkait.

“2-3 hari ini kami sosialisasikan. Setelah itu paling tidak Sabtu Minggu kita action penindakan,” tegasnya.

Sebelumnya, Menko Marves Luhut B Pandjaitan sejumlah mengumumkan aturan PPKM Darurat di Jawa dan Bali per 3 Juli. Aturan berlaku sampai 2 minggu setelahnya. Salah satunya soal cafe dan rumah makan yang dilarang menerima makan di tempat.

“Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mal hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat (dine-in),” ungkap Luhut dalam jumpa pers virtual, pukul 14.15 WIB

Comments are closed.