PPKM Darurat Berlaku, Apakah Perjalanan di Jabodetabek Butuh Sertifikat Vaksin?

Petugas memeriksa pengguna kendaraan saat berlangsungnya PPKM Darurat di kawasan Bundaran Senayan, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

PPKM darurat telah diberlakukan untuk area Jawa hingga Bali pada 3 hingga 20 Juli mendatang. Sejumlah aturan pun sudah diterbitkan, salah satunya mengatur soal aktivitas perjalanan dalam wilayah aglomerasi.

Lantas, bagaimana aturan perjalanan dari Jakarta menuju Tangerang, Depok, Bekasi, Bogor? Wajibkah menunjukkan sertifikat sudah vaksin?

Seperti diketahui, pemerintah mewajibkan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dengan angkutan umum jarak jauh wajib menunjukkan kartu vaksin, minimal dosis pertama.

Pesawat ATR 72-600 milik maskapai penerbangan Citilink melakukan penerbangan komersil perdana di Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS), Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis (3/6). Foto: Idhad Zakaria/ANTARA FOTO

Misalnya menggunakan pesawat terbang, kapal laut, kereta api dan juga bus. Ini dijelaskan dalam aturan PPKM yang diinformasikan oleh Menko Marves Luhut Panjaitan yang juga sebagai Komandan PPKM Darurat Jawa-Bali.

Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Letjen TNI Ganip Warsito, menegaskan perjalanan dalam lingkup aglomerasi tak membutuhkan kartu vaksin.

“Untuk perjalanan darat, kendaraan-kendaraan pribadi atau umum dalam satu wilayah aglomerasi tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin atau PCR atau rapid test antigen,” ujar Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Letjen TNI Ganip Warsito saat konferensi pers secara langsung di YouTube BNPB, Jumat (1/7) lalu.

Kepala BNPB Ganip Warsito saat meninjau kondisi di Bangkalan terkait lonjakan kasus positif COVID-19, Selasa (8/6). Foto: BNPB

Aturan tersebut sudah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas COVID-19 Nomor 14 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Virus Disease 2019 (COVID-19) yang ditetapkan pada 2 Juli 2021.

Aturan ini efektif berlaku mulai 3 Juli 2021 sampai dengan waktu yang ditentukan, kemudian sesuai dengan kebutuhan dan dengan perkembangan situasi COVID-19 di lapangan.

Artinya sertifikat atau bukti sudah vaksin dosis pertama hanya diberlakukan untuk perjalanan jarak jauh saja. Cakupan daerah aglomerasi adalah kabupaten atau kota yang lokasinya saling berdekatan. Yang salah satunya adalah wilayah aglomerasi Jabodetabek.

Petugas kepolisian memeriksa identitas pengendara mobil dalam rangka PPKM Darurat di Jalan Raya Bogor, Jakarta, Jumat (2/7/2021). Foto: Muhammad Adimaja/Antara Foto

Meski begitu, masyarakat yang terpaksa bepergian untuk aktivitas tertentu tetap dan wajib menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Setiap individu yang melaksanakan perjalanan wajib menerapkan protokol kesehatan 3M, pengetatan protokol kesehatan ini ditekankan kepada pemakaian masker dengan benar, masker harus menutupi hidung dan mulut, memakai masker kain 3 lapis atau masker medis,” jelas Ganip.

Comments are closed.