Populer: India Larang Ekspor Gandum; Sosok Presiden UAE di Mata Luhut

Alat perkusi mengiringi pemuda Sikh saat menampilkan tarian tradisional rakyat Punjab “Bhangra” di ladang gandum di Punjab, India. Foto: NARINDER NANU/AFP

Pemerintah India akan segera melarang ekspor gandum untuk meredakan harga lokal. Kabar tersebut menjadi salah satu yang populer di kumparanBISNIS.

Berita lainnya yang turut ramai dibaca adalah, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang sebut sosok presiden Uni Emirat Arab (UAE) seorang pendengar yang baik dan rendah hati. Berikut rangkumannya sepanjang Sabtu (14/5).

India Larang Ekspor Gandum

Sebagai negara pengekspor gandum terbesar kedua di dunia, saat ini India diketahui akan segera memberhentikan aktivitas ekspor gandumnya untuk meredakan harga lokal.

Dikutip dari Reuters, kabar tersebut diumumkan oleh Pemerintah India pada Jumat (13/5) malam.

Menurut laporan tersebut, pembeli global saat ini mengandalkan produksi gandum dari India setelah pasokan gandum dari wilayah Laut Hitam anjlok, sejak Rusia menginvasi Ukraina pada akhir Februari lalu.

Potret seorang petani gandum di Suriah ketika mengalami kekeringan. Foto: Yamam al Shaar/REUTERS

Sementara, pada laporan Financial Express, larangan ekspor tersebut dilakukan Pemerintah India atas dasar pengendalian harga gandum di pasar domestik.

Maka dari itu pengiriman ekspor yang telah diterbitkan sebelum larangan ini dikeluarkan akan tetap diizinkan.

Adapun, dalam laporannya, Financial Express menulis bahwa larangan ekspor juga datang akibat gangguan pasokan gandum global akibat perang yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina.

Sosok Presiden UAE di Mata Luhut

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengucapkan belasungkawa atas wafatnya Presiden UAE, Sheikh Khalifa bin Zayed bin Sultan Al-Nahyan. Presiden tersebut wafat pada hari Jumat (13/5).

Melalui unggah instagram pribadinya, Luhut menuliskan meski dirinya hanya bertemu sekali dengan Presiden UAE tersebut, dirinya mengaku bahwa sosoknya memiliki kemiripan dengan Presiden Jokowi.

“Meskipun hanya pernah sekali bertatap muka, namun sosok Sheikh Khalifa yang saya kenal punya banyak kemiripan dengan Presiden Joko Widodo. Yaitu seorang pendengar yang baik, begitu rendah hati dan punya kepedulian yang tinggi pada kepentingan rakyat UAE secara keseluruhan,” kenang Luhut.

Selain itu Luhut juga sebutkan bahwa sejak menjadi Presiden UAE, Sheikh Khalifa telah memimpin restrukturisasi besar-besaran.

Sehingga menurutnya ini bisa dapat dilihat bagaimana UAE melakukan transformasi menjadi negara paling maju dan modern di kawasannya, baik dalam ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesejahteraan rakyatnya sendiri.

Sheikh Khalifa dalam penuturan Luhut telah menjadi pemimpin yang pertama kalinya menginisiasi sistem nominasi untuk anggota Dewan Nasional Federal, di mana langkah tersebut menjadi inovasi dalam sistem pemilihan langsung di UAE.

Dari kerja dan inovasi yang dilakukannya, Luhut menilai Indonesia banyak belajar kepada UAE dalam membangun negeri yang maju dan modern pengetahuannya. sekaligus memakmurkan masyarakatnya.

Comments are closed.