Populer: Erick Thohir Ganti Komisaris Askrindo; Orang Kaya Tak Beli Deposito

Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Berita populer kumparanBISNIS pagi ini diawali berita mengenai Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Erick Thohir mengganti seorang komisaris PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo).

Erick menunjuk Renny Octavianus Rorong sebagai Komisaris Independen Askrindo. Menariknya, salah seorang Komisaris Independen Askrindo yakni Kemal Arsjad yang menghebohkan jagat maya karena mencuitkan pernyataan ingin meludahi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Berita populer lainnya yaitu kabar mengenai tren kebiasaan orang kaya dalam menanamkan investasi tengah berubah. Berdasarkan catatan Bank Indonesia kini orang kaya lebih memilih menginvestasikan uangnya pada Surat Berharga Negara (SBN) atau pun saham ketimbang deposito.

Berikut kumparan merangkum berita populer kumparan bisnis, Jumat (3/7):

Erick Thohir Ganti Komisaris Askrindo

Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Erick Thohir mengganti seorang komisaris PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo). Sosok baru yang diangkat sebagai Komisaris Independen Askrindo, adalah Renny Octavianus Rorong.

Sebelum diangkat menjadi Komisaris Independen Askrindo, Renny Octavianus Rorong pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Pengelola Aset Negara (PPA).

Pengangkatan Renny, tertuang dalam SK Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: SK-220/MBU/07/2021. Selain itu, SK Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) Nomor : 08/SK-DIR/RUPA-AP/BPUI/VII/2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Dewan Komisaris PT Asuransi Kredit Indonesia.

Renny Octavianus Rorong diangkat sebagai Komisaris Independen Askrindo yang baru, menggantikan Agustina Murbaningsih yang diberhentikan dengan hormat dari jajaran Dewan Komisaris Askrindo.

Sebelumnya, salah seorang Komisaris Independen Askrindo yakni Kemal Arsjad menghebohkan jagat maya dengan karena mencuitkan pernyataan ingin meludahi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Kemal Arsjad Komisaris Independen Askrindo. Foto: Askrindo.co.id/manajemen

Kemudian Kemal Arsjad yang juga dikenal sebagai produser film, sudah minta maaf atas cuitannya di akun twitter tersebut. Erick Thohir sendiri tetap mempertahankan posisi Kemal Arsjad tetap ada di jajaran Dewan Komisaris Askrindo.

Berikut susunan lengkap Dewan Komisaris PT Askrindo:

Komisaris Utama: Widodo Ekatjahjana

Komisaris: Encep Sudarwan

Komisaris: M Khoerur Roziqin

Komisaris Independen: Heru Kreshna Reza

Komisaris Independen: Kemal Arsjad

Komisaris Independen: Renny Octavianus Rorong

BI: Orang Kaya Tak Lagi Investasi di Deposito, Pindah ke SBN dan Saham

Bank Indonesia (BI) melaporkan adanya pergeseran portofolio investasi pada masyarakat kelas menengah dan menengah ke atas. Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Juda Agung mengatakan dengan tingkat konsumsi yang masih terbatas, masyarakat kaya saat ini lebih memilih menginvestasikan uangnya pada Surat Berharga Negara (SBN) atau pun saham ketimbang deposito.

“Segmen rumah tangga menengah ke atas dan yang menengah sekarang sudah mulai menggeser portfolio kepada aset-aset keuangan seperti SBN dan pasar modal. Kalau kita lihat ada penurunan di deposito perorangan,” ujar Juda dalam Taklimat Media Perkembangan Intermediasi Suku Bunga Kredit, Jumat (2/7).

Menurut Juda, salah satu alasan masyarakat keluar dari deposito adalah karena return-nya dinilai kurang menarik. Juda merinci, bunga deposito saat ini rendah sekali hanya ada di level 3 persen. “Ini sangat rendah dibandingkan dahulu sebelum COVID-19,” ujarnya.

Rendahnya bunga deposito membuat masyarakat pun beralih ke instrumen yang memberikan imbal hasil lebih tinggi. Seperti SBN, saham, atau reksa dana.

Hal tersebut pun terbukti. Sebab ketika deposito perorangan menurun, BI justru mencatat penjualan SBN mengalami oversubscribe. Pada ORI019 misalnya, dari target penjualan Rp 10 triliun ternyata realisasinya mencapai Rp 26 triliun atau 260 persen dari target. Dibanding deposito, ORI019 juga menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi yaitu sebesar 5,57 persen.

Begitu juga dengan SR014, dari target penjualan Rp 10 triliun, instrumen ini laris terjual hingga Rp 16,71 triliun atau 167 persen dari target. SR014 juga memiliki bunga menarik sebesar 5,47 persen.

Demikian pula yang terjadi di pasar modal. BI mencatat jumlah investor ritel terus meningkat pesat. Di Februari 2021 jumlah SID pasar modal tercatat sebesar 4,5 juta. Sedangkan di Mei 2021, jumlah tersebut naik menjadi 5,3 juta.

Comments are closed.