Polri: Pengusaha Non Esensial-Kritikal Wajib Beri Tahu Pegawai Besok 100% WFH

Gedung perkantoran di Jalan Sudirman Jakarta saat penerapan PPKM Darurat. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Kabaharkam Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto telah mengantisipasi semua kemungkinan saat hari pertama kerja, Senin (5/7), pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Arief mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan sejumlah pengusaha agar menerapkan aturan PPKM Darurat. Terutama pengusaha di bidang non esensial dan kritikal. Mereka semua harus menerapkan 100% WFH.

“Kami sudah merancang karena besok hari Senin mulai hari kerja, dari hari ini kami sudah menyampaikan kepada pihak-pihak berada pada kegiatan non esensial maupun kritikal supaya memberitahukan pada semua pihak karyawan dan sebagainya untuk mengikuti yang telah ditetapkan pemerintah,” kata Arief kepada kumparan, Minggu (4/7).

“Di mana untuk objek yang non esensial itu 100 persen ditutup. Seperti sekolah harus menggunakan daring, begitu juga yang esensial,” sambung Arief.

Kabaharkam Komjen Pol Arief Sulistyanto memantau Pos Pengamanan Operasi Ketupat Progo di Tugu Pal Putih Yogyakarta, Sabtu (8/5). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Arief menuturkan, kebijakan WFH pada sejumlah sektor akan sangat membantu pihaknya membatasi pergerakan masyarakat di ruang publik. Untuk itu, Arief mengajak para pengusaha memberi informasi pada para karyawannya.

“Sehingga besok yang punya karyawan akan diterapkan kegiatan yang WFH ada 50 persen, ada 20 persen ini akan membantu kami dalam meringankan tugas tugas di dalam penyekatan,” ujar Arief.

Infografik PPKM Darurat Berlaku di Jawa dan Bali.
Foto: kumparan

Comments are closed.