Polisi Tangkap Kakak Beradik Asal Aceh saat Hendak Bawa Ganja 195 Kilo ke Sumut

Satresnarkoba Polres Gayo Lues, Aceh merilis kakak beradik yang membawa ganja 195 kilogram. Foto: Dok. Istimewa

Satresnarkoba Polres Gayo Lues, Aceh, mengamankan dua orang pria berinisial SB dan IA dalam razia yang digelar di jalan pegunungan Persada Tongra, Kecamatan Terangun. Keduanya diamankan petugas karena membawa ganja sebanyak 195 kilogram. Keduanya merupakan adik-kaka.

Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustaman, mengatakan ganja sebanyak 195 kilogram itu rencananya hendak dibawa ke Medan, Sumatera Utara. Selain keduanya, ada dua orang lagi yang diduga terlibat dalam kasus ini. Tetapi, mereka berhasil kabur.

“Tersangka yang diamankan SB dan IA, warga Kampung Padang, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues yang merupakan kakak beradik,” kata Carlie dalam keterangannya, Kamis (1/7).

Carlie menjelaskan, kakak beradik itu ditangkap pada Minggu (20/6) dini hari, dalam sebuah razia di jalan pegunungan Persada Tongra, Kecamatan Terangun, Gayo Lues. Polisi juga mengamankan dua unit mobil minibus.

“Satresnarkoba Polres Gayo Lues juga telah menetapkan 5 orang lainnya, sebagai DPO dalam kasus ini. Polisi juga sudah mengantongi nama mereka,” sebut Carlie.

Ilustrasi ganja. Foto: Rashide Frias/AFP

Carlie mengatakan, penangkapan kakak beradik itu berawal dari informasi yang diterima Satresnarkoba dari masyarakat, pada Sabtu (19/6) sekitar pukul 22.00 WIB akan ada kendaraan roda empat membawa narkoba jenis ganja.

Dari informasi itu petugas selanjutnya langsung melakukan penyelidikan bersama 5 orang personel yang dipimpin Kasat Narkoba dan melakukan razia di jalan pegunungan Tongra, Kecamatan Terangun.

Tak berselang lama Minggu (20/6) sekitar pukul 01.00 WIB, tiba- tiba melintas kendaraan roda empat jenis Avanza warna silver dengan nomor polisi BK 1064 IL dan langsung diberhentikan untuk diperiksa.

“Awalnya tidak ditemui barang- barang yang mencurigakan. Namun, saat anggota sedang melakukan pemeriksaan terlihat berhenti mobil lainnya yaitu Innova warna abu-abu dengan Nopol BK 1178 KC. Karena curiga anggota kita langsung melakukan pemeriksaan, dan pada saat akan diperiksa 2 orang yang ada di dalam mobil Innova ini melarikan diri dengan melompat ke pinggir jurang,” tutur Carlie.

Melihat aksi itu petugas melakukan pengejaran terhadap keduanya. Pada saat melakukan pengejaran itu, petugas juga melihat 3 orang lainnya yang ada di dalam di mobil Avanza ikut melarikan diri.

“Kami langsung memeriksa mobil Innova, saat melakukan pemeriksaan didapatkan narkotika jenis ganja 8 goni dengan berat sebanyak 195 kilogram. Setelah mendapat barang bukti, anggota Satresnarkoba berhasil menangkap terhadap 2 orang terduga pelaku yang mengendarai mobil Avanza,” ungkapnya.

Ilustrasi ganja yang dilinting Foto: Shutter Stock

“Dari hasil interogasi, kedua pelaku yang diamankan mengakui bahwa 3 orang lainnya melarikan diri tersebut adalah rekan mereka,”tambahnya.

Carlie menyebutkan, dari hasil pemeriksaan petugas keduanya mengaku hanya sebagai kurir dengan bayaran Rp 2 juta per orang per sekali bawa. Mereka juga mengaku baru pertama melakukan pekerjaan haram tersebut.

“Pelaku yang ditahan ini mengaku dibayar 2 juta per orangnya oleh JS yang diduga pemilik ganja tersebut, saat ini JS dan pelaku yang melarikan diri sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polres Gayo Lues,” pungkas Carlie.

Comments are closed.