Polisi Nyaris Diamuk Massa Saat Gerebek Pelaku Curanmor di Lampung Timur

Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Lampung Geh, Lampung Timur – Gerebek pelaku curanmor di Lampung Timur, Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polresta Bandar Lampung malah diteriaki maling hingga nyaris diamuk massa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampung Geh, Tekab 308 Polresta Bandar Lampung mendatangi rumah pelaku di Desa Peniangan, Kecamatan Marga Sekampung, Lampung Timur, Selasa (10/5) dini hari.

Tak disangka, saat penggerebekan di rumah tersebut, penghuni rumah berteriak maling membuat warga sekitar berbondong-bondong ke rumah pelaku.

Bahkan, beberapa warga turut membawa senjata tajam dan batu ke rumah pelaku yang sedang digerebek polisi. Kaca mobil polisi pun jadi sasaran lemparan batu hingga pecah. Situasi nampak tak mendukung, petugas pun meninggalkan lokasi.

Sementara itu, Ditreskrimum Polda Lampung Kombes Pol Reynold Elisa P Hutagalung membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya juga akan membantu penyelidikan tersebut.

“Pasti akan kita back-up lakukan penyelidikan terhadap pelaku curanmor tersebut (di Lampung Timur),” kata Reynold saat dihubungi Lampung Geh, Rabu (11/5).

Selain itu, insiden tak terduga saat Tekab Polresta Bandar Lampung melakukan penggerebekan di Lampung Timur tersebut pun akan dievaluasi.

“Akan kita evaluasi kegiatan di lapangan (penyelidikan pelaku curanmor dan insiden diteriaki maling) yang mengakibatkan kejadian di Lamtim tersebut,” ujarnya.

Pihaknya juga telah menurunkan anggota dari Direktorat Reserse Krimimal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung untuk penyelidikan kasus tersebut.

“Ditreskrimum sudah turunkan Tim untuk penyelidikannya,” terangnya.

Untuk diketahui, pelaku curanmor yang akan diringkus Tekab 308 Polresta Bandar Lampung ini merupakan pelaku yang menyambangi kediaman Mertua Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.

Namun, rumah tersebut sehari-hari dijaga oleh seorang penjaga. Dimana, penjaga ini yang menjadi korban curanmor oleh pelaku yang berasal dari Lampung Timur tersebut. (*)

Comments are closed.