Polisi Mulai Usut Kasus Skimming Bank Riau Kepri di Batam

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt menyebutkan pihaknya telah menerima laporan terkait kasus skimming yang merugikan sejumlah nasabah Bank Riau Kepri.

Ia menjelaskan, laporan itu langsung dibuat pihak Bank Riau Kepri dengan laporan total kerugian mencapai Rp 800 juta.

“Iya sudah masuk laporan terkait dugaan tindak kejahatan skimming atau pencurian data melalui kartu anjungan tunai mandiri (ATM),” ujar Kombes Harry saat dikonfirmasi, Rabu (11/5).

Tindak pidana skimming ini, lanjut Harry, terdapat dalam pasal 30 UU Nomor 11 tahun 2008 yang diubah UU nomor 19 tahun 2016 tentang informasi elektronik.

Karenanya, melalui laporan tersebut akan ditindaklanjuti oleh Kriminal Khusus. Di mana penyidik akan menyelidiki dan melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti yang diserahkan oleh pelapor atau Bank Riau Kepri.

Ia mengungkapkan, tindak kejahatan skimming terjadi di 3 ATM yang ada di Kota Batam yakni ATM Primart, Tiban Center, dan di Sekupang pada Minggu (1/5) lalu.

“Adapun alat bukti yang disertakan dalam laporan yakni rekaman CCTV, dua alat skimming yang ditemukan di Primart, Tiban Centre,” ungkapnya.

Kombes Harry pun mengungkapkan, dalam laporan polisi tersebut di sebutkan bahwa bedasarkan hasil investigasi internal Bank Riau Kepri, total kerugian sementara kurang lebih Rp 800 juta.

“Sementara jumlah nasabah belum dapat datanya,” imbuhnya.

Berkaca dari kasus ini, Kombes Harry pun mengimbau agar masyarakat lebih teliti dalam bertransaksi di ATM di antaranya menghindari ATM yang sepi dan yang tidak terdapat CCTV.

Dalam modus lain, masyarakat juga diimbau tidak tergiur dengan hadiah yang ditawarkan oleh oknum tertentu yang meminta data pribadi termasuk pin ATM.

Comments are closed.