Polisi: Kami Tak Buat Penyekatan Bila Warga Sadar dan Tetap di Rumah Saja

Suasana pos penyekatan PPKM Darurat di Jalan Lampiri, Jakarta Timur, Selasa (6/7). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Polisi memutuskan membuat 63 penyekatan di Jakarta dan sekitarnya untuk mengurangi mobilisasi warga selama PPKM darurat. Imbasnya, memang ada kemacetan di titik penyekatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, sebenarnya Polri dan TNI tak perlu membuat penyekatan seperti sekarang. Tapi, bila warga sadar untuk tidak keluar rumah dan berkegiatan kecuali mendesak dan di sektor yang diizinkan.

Petugas melakukan penyekatan di perbatasan Jakarta-depok pada pelaksanaan PPKM darurat. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

“Kalau perlu kita buka, kalau memang masyarakat mengerti yang boleh kerja adalah esensial dan critical. Kalau itu saja yang pergi kerja selama jam kerja ini, tidak perlu lagi ada petugas di lapangan,” ujar Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (6/7).

“Kalau yang non esensial dia sudah mengerti dia tidak boleh kerja di luar, dia kerja di rumah saja. Kami akan tenang,” tambahnya.

Sementara itu, kemacetan di beberapa titik penyekatan mobilitas pada masa PPKM Darurat membuat para pekerja di sektor esensial critical yang ingin pergi bekerja menjadi terhambat.

Yusri kembali mengimbau kepada seluruh pilar dalam penugasan PPKM Darurat untuk selalu mengingatkan warganya agar patuh dengan tetap di rumah saja.

“Di satu sisi kami sudah menyampaikan 3 pilar di bawah RT, Babinsa, Bhabinkamtibmas mengingatkan warganya supaya patuh dan taat terhadap kebijakan pemerintah. Kalau tidak penting sekali tidak usah keluar, di rumah saja cuma sampai tanggal 20,” pungkasnya.

Comments are closed.