Polda Metro Periksa HRD Perusahaan Pelanggar PPKM Darurat yang Dimarahi Anies

Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan saat menggelar rilis kasus pembunuhan Editor Metro TV, di Polda Metro Jaya. Foto: ANTARA FOTO-Reno Esnir

Jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya ikut serta dalam sidak perusahaan non esensial dan non critical yang masih bekerja dari kantor selama PPKM Darurat. Sidak itu dilakukan kepolisian bersama Pemprov DKI.

Gubernur DKI Anies Baswedan yang hadir dalam sidak memposting dua lokasi yang didatangi oleh tim, yaitu di PT Equity Life Indonesia dan di kantor Ray White Indonesia. Di sana Anies marah kepada HRD perusahaan dan memberikan sanksi penutupan kantor tersebut.

Tidak hanya itu proses pidana juga dilakukan karena dianggap telah melanggar UU Wabah Penyakit Menular. Terkait hal itu Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade mengkonfirmasi.

“Kita lagi periksa dulu terpenuhi enggak unsur itunya (pidana) untuk disidik. Yang jelas dia bukan ini [esensial-critical] nanti kita periksa ahlinya dulu apakah dia masuk esensial atau tidak. Kalau misalnya dia masih non esensial, non critical masih buka kan salah itu,” kata Tubagus saat dikonfirmasi, Selasa (6/7).

Tubagus mengatakan pemeriksaan dilakukan di Polda Metro Jaya. Sejumlah pihak yang terkait dengan pelanggaran tersebut dibawa ke sana.

“Saya belum tahu detailnya, nanti. Tapi yang jelas ada yang kita mintai keterangan beberapa saksi sesuai dengan kapasitasnya yang kita dapatkan pada saat di sana. Manajernya lah itu apa HRD-nya kalau enggak salah,” kata Tubagus.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan sidak ke kantor di gedung Sahid Centre di Jalan Jendral Sudirman, Selasa (6/7). Foto: Instagram/@aniesbaswedan

Comments are closed.