Polda Maluku Utara Didesak Buka Kembali Kasus Dugaan Pemalsuan Ijazah

Salah satu anggota Front Pemuda dan Mahasiswa Maluku Utara saat menyampaikan orasi di depan Kantor Ditreskrimum. Foto: Samsul/cermat

Sejumlah pemuda dan mahasiswa Maluku Utara melakukan melakukan unjuk rasa dan meminta Kepolisian Daerah (Polda) kembali membuka kasus dugaan pemalsuan ijazah yang diduga milik seorang kepala daerah.

Aksi yang menggunakan mobil dilengkapi sound sistem ini, para orator satu persatu menyampaikan orasinya dan menduga ijazah SMA milik seorang kepala daerah palsu, sehingga penyelidikan yang sempat dihentikan diminta dibuka kembali.

Bagi front pemuda dan mahasiswa Maluku Utara ini, dihentikan penyelidikan atas kasus pemalsuan ijazah ini terindikasi ada ketidak beresan, sebab penyidik tidak melakukan atau tidak menguji keabsahan ijazah ke Laboratorium Forensik.

Salah satu orator dalam orasinya mengatakan pihaknya sangat mengetahui kasus yang sempat ditangani Ditreskrimum tersebut. Karena itu, menurutnya tidak ada kejelasan.

“Kehadiran kami hanya meminta kasus ijazah palsu segera dibuka kembali,” teriaknya.

Menurutnya, kasus itu dihentikan hanya dengan dasar keterangan salah satu kepala sekolah, tanpa melakukan uji di Laboratorium Forensik.

“Kedatangan kami bukan main-main dan tidak ada tendensi politik apa pun. Ini gerakan moril selaku anak muda, selaku anak bangsa yang merasa peduli,” ucapnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol Michael ketika dikonfirmasi mengenai adanya unjuk rasa tersebut, pihaknya mempersilahkan siapa saja untuk menyampaikan pendapat di depan umum.

“Orang yang menyampaikan pendapat itu diatur dalam undang-undang, jadi silahkan. Tentunya pendapat mereka akan kami terima dan pelajari. Nantinya kalau harus ditindaklanjuti, ya kami tindaklanjuti,” katanya.

Michael bilang, kedatangan mereka di kantor Ditreskrimum, menginginkan kasus dugaan ijazah palsu diusut.

“Tetapi kemarin kan kami pernah melakukan proses sesuai dengan mekanisme yang ada. Dan melalui gelar perkara, kasus tersebut diputuskan tidak memenuhi unsur,” pungkasnya.

Comments are closed.