Polda Bali Usut Dugaan Kelalaian Tenggelamnya KMP Yunicee di Selat Bali

KRI Rigel-933 melakukan pencarian KMP Yunicee yang tenggelam di Selat Bali terlihat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (30/6/2021). Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO

Polisi kini mengusut unsur kelalaian atas tenggelamnya kapal KMP Yunicee di Selat Bali, Selasa (29/6) lalu.

Dirpolair Polda Bali Kombes Toni Aridadi mengatakan, hal ini untuk memperjelas sebab KMP Yunicee tenggelam. Apalagi, tragedi ini menelan 7 korban jiwa.

“Kita memperjelas penyebab dari tenggelammya KMP Yunicee karena ada korban meninggal dunia, apakah ada kelalaian atau karena cuaca,” kata dia saat dihubungi, Kamis (1/7).

Untuk mengusut unsur kelalaian tersebut, Polda Bali memeriksa nakhoda, Anak Buah Kapal (ABK), dan agen kapal KMP, serta penumpang yang selamat. Toni belum mengungkap ancaman pidana atau hukuman penjara terhadap pihak yang terbukti melakukan kelalaian atas peristiwa ini.

“(Nakhoda KMP Yunicee) selamat, ini kita lagi diskusi karena sampai sekarang ini dari agen juga baru laporan, makanya datanya (kita lengkapi),” kata dia.

Manifes Berbeda

Saat proses evakuasi terungkap data jumlah korban antara manifes dengan penumpang yang ditemukan berbeda. Hingga saat ini, ada 39 orang berhasil diselamatkan, 7 orang ditemukan meninggal dan 29 orang dinyatakan hilang.

Basarnas Bali mencatat, manifes penumpang KMP Yunicee ada 53 orang yang terdiri ada 41 penumpang dan 12 ABK. Sedangkan Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Adi Wibawa mencatat ada 56 yang terdiri dari 41 penumpang dan 15 ABK dalam kapal tersebut.

Lalu seorang anggota Basarnas Bali yang enggan disebut namanya menyatakan, data person on boat (POB) yang diteken nakhoda berjumlah 41 orang dengan KTP. Masing-masing KTP diduga membawa keluarga 1 atau lebih dari satu keluarga.

Berdasarkan perhitungan sementara anggota Basarnas Bali yang lain, ada sekitar 107 penumpang yang berada di dalam kapal. Basarnas Bali masih terus memeriksa kepastian jumlah penumpang KMP Yunicee.

Comments are closed.