PM India Angkat Menteri Kesehatan Baru untuk Tangani Pandemi Corona

Seorang petugas kesehatan memberikan dosis COVISHIELD, vaksin corona yang diproduksi oleh Serum Institute of India kepada seorang warga di Lidderwat, distrik Anantnag, Kashmir selatan, India. Foto: Sanna Irshad Mattoo/REUTERS

Perdana Menteri India Narendra Modi telah menunjuk Menteri federal baru untuk kesehatan, TI, dan minyak pada Rabu (7/7). Perombakan ini dilakukan sebagai upaya menghidupkan kembali pemerintahan India yang kerap dikritik terkait penanganan pandemi corona.

Mengutip Reuters, Modi menunjuk Mansukh Laxman Mandaviya sebagai Menteri Kesehatan baru negara itu. Pengangkatan ini terjadi hanya beberapa jam setelah eks Menteri Kesehatan Harsh Vardhan diminta mundur bersama wakilnya.

Menteri Kesehatan baru, Mandaviya, berasal dari negara bagian asal Modi yakni Gujarat. Ia sebelumnya adalah menteri junior yang memegang portofolio untuk pelabuhan dan bahan kimia serta pupuk.

Sebelumnya, pemerintah Modi telah menghadapi kritik tajam atas peluncuran program vaksinasi nasional yang kacau balau. Menurut para ahli, kekacauan ini pun semakin memperparah gelombang kedua di India yang telah menewaskan ratusan ribu orang.

Total kematian resmi setelah lonjakan infeksi COVID-19 pada April dan Mei melewati 400.000 minggu lalu. Para ahli percaya jumlah sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi dan ada kekhawatiran gelombang ketiga segera menyusul, tetapi jutaan orang belum juga divaksinasi.

Menurut sumber resmi, harga yang harus dibayar Vardhan adalah bentuk perjuangan pemerintah dalam mengatasi gelombang kedua COVID-19 yang meluluh lantahkan India.

Ratusan warga Mumbai, India mengantre untuk mendapatkan vaksin COVID-19. Foto: Niharika Kulkarni/Reuters

Sebanyak 12 menteri dipecat kemarin, yang merupakan perombakan pertama sejak Modi terpilih kembali sebagai PM India pada 2019. Beberapa anggota Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa pun dilantik di istana kepresidenan untuk menggantikan 12 menteri tersebut, dengan janji akan menguatkan kekuatan politik dan ekonomi India.

Di sisi lain, pemimpin oposisi P. Chidambaram berpendapat pemecatan Menteri Kesehatan dan wakilnya adalah pengakuan bahwa pemerintah Modi telah gagal dalam mengelola pandemi. Artinya, mereka berujung menjadi tumbal mengingat tanggung jawab harusnya berhenti pada Modi.

“Ada pelajaran bagi para menteri dalam pengunduran diri ini. Jika semuanya berjalan baik, kredit (pujian) akan jatuh ke PM. Tapi jika ada yang salah, menteri yang akan jatuh,” kata dia.

Apalagi, perombakan itu juga terjadi setelah partai nasionalis BJP pimpinan Modi kalah dalam pemilihan di negara bagian utama Benggala Barat pada April lalu.

“Jika ini benar-benar tentang kesalahan manajemen COVID-19, apakah (Vardhan) bertanggung jawab sepenuhnya? Jelas tidak,” kata Rijo M. John, ekonom kesehatan dan profesor di Rajagiri College of Social Sciences di kota selatan Kochi, di Twitter.

“Kesalahan sebenarnya berhenti di PM sendiri,” imbuh dia.

Comments are closed.