PLN Siap Pasok Listrik ke Kawasan Tambak Udang di Sulteng

Tambak udang di Sulawesi Tengah. (foto: dokumen PLN)

PALU – Potensi tambak udang di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) diproyeksikan terus berkembang. Terlebih pemanfaatan lahan tambak potensial seluas 42.095 Ha, baru mencapai 25 persen sejauh ini.

Peluang ini ditangkap PT PLN (Persero) dengan menyiapkan daya dan keandalan listrik yang mencukupi. Sejalan dengan program Electrifying Agriculture, PLN berkomitmen menyediakan suplai listrik bagi petambak udang di Sulteng, hingga mencapai 65 MVA.

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua & Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda, mengatakan jika dari kajian yang dilakukan, potensi kelistrikan bagi tambak udang di wilayah Toli Toli, Luwuk, dan Palu mencapai 80 MVA. Namun untuk tahap awal, akan dilayani untuk PT. Esaputlii Prakarsa Utama, PT. Toiba Marindo Lestari, dan PT. Parigi Aquakultura Prima, yang telah terlebih dahulu melakukan penandatanganan nota kesepahaman.

“Saya berharap penandatanganan MoU ini bisa segera ditindaklanjuti dengan penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) dan pelaksanaan penyambungan tenaga listrik di lokasi pelanggan,” ujar Huda dalam acara Aquaculture Customer Gathering dan Penandatangan MoU antara PLN UIW Suluttenggo dengan Pengusaha Tambak Udang di Sulteng.

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua & Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda

Huda mengaku, penandatangan MoU ini merupakan bentuk komitmen dan kesungguhan PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan khususnya pengusaha tambak udang. Huda pun berharap dengan penyambungan tenaga listrik ini, akan menghadirkan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi di di provinsi Sulteng.

Sementara, secara umum potensi kebutuhan listrik untuk tambak udang di wilayah kerja PLN UP3 Toli-Toli hingga 2024 mendatang mencapai 31,66 MVA, untuk daerah layanan UP3 Luwuk mencapai 45,56 MVA, dan daerah layanan UP3 Palu mencapai 8,97 MVA.

Secara umum sistem kelistrikan di Sulawesi saat ini mempunyai daya mampu sebesar 2.487 MW, dengan cadangan daya 737 MW atau sekitar 29,63 persen. Komposisi pasokan daya tersebut 20,34 persen dipasok dari pembangkit Energi terbarukan.

“Sesuai dengan rencana, kami akan menambah kapasitas pembangkit sebesar 3.698 MW. Selanjutnya untuk meyalurkan daya listrik tersebut kami juga akan membangun 7.053 kms Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dengan 4.702 MVA Gardu Induk yang tersebar di seluruh Sulawesi,” jelasnya.

Sementara itu, General Manager UIW Sulutenggo, Leo Basuki, menambahkan di era digital, PLN juga terus bertransformasi menghadirkan layanan terbaik bagi pelanggan. Melalui New PLN Mobile yang dapat diunduh di PlayStore dan AppStore, Leo menyebut para petambak dapat lebih mengelola kebutuhan kelistrikan dengan mudah dari genggaman.

Selain itu, adanya layanan ICON+ yang dimiliki PLN disebut juga siap mendukung kebutuhan Petambak dalam mengelola usahanya.

“Suatu komunikasi data atau IoT menjadi sesuatu kebutuhan setelah terpenuhinya sumber daya listrik yang saat ini kita MoU kan,” ujarnya.

Bupati Toli-Toli, Amran Hi Yahya, dalam kesempatan tersebut pun menyampaikan apresiasi atas kerja sama PLN dan Pemerintah Kabupaten. Pihaknya mengaku senang dengan pertemuan ini dan berharap agar kelistrikan di Toli-Toli bisa lebih maju.

Terlebih selama ini menurutnya ada potensi investasi dari pelaku usaha tambak dan badan usaha milik pemerintah. Diketahui, pelaku usaha tambak sebelumnya menggunakan genset berbahan bakar diesel sehingga biaya operasionalnya cukup tinggi.

“Saya sangat menaruh harapan besar untuk bagaimana PLN di Toli-Toli akan lebih maju,” ujar Amran.

manadobacirita

Comments are closed.