PKB Yakin Jokowi Bersyukur Mahasiswa Kritis: Selamatkan dari Jebakan Kekuasaan

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers usai meninjau vaksinasi corona di Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Kamis (10/6). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Sekretaris Gerakan Sosial dan Kebencanaan DPP PKB Luqman Hakim menganggap kritikan yang diberikan BEM UI yang menyebut Presiden Jokowi king of lip service hal yang wajar. Menurut dia, yang dilakukan BEM UI masih dalam kerangka kewajiban moral mahasiswa untuk bersikap kritis.

“Akan menyedihkan bila kawan-kawan mahasiswa diam dan tidak peduli dengan realitas sosial yang menurut idealitas mahasiwa terjadi ketidakadilan dan penindasan. Mahasiswa itu elite terpelajar yang menikmati previlise pendidikan yang dibiayai dari pajak rakyat,” kata Luqman, Senin (28/6).

“Karena itu, mahasiswa memiliki kewajiban moral untuk melawan segala bentuk ketidakadilan dan penindasan. Mahasiswa kalau tidak ‘kiri’ berarti tidak punya hati,” imbuh dia.

Wakil Ketua Komisi II DPR itu pun yakin Jokowi akan bersyukur dengan hadirnya kelompok mahasiswa yang kritis seperti BEM UI. Menurutnya, kritik ini akan menyelematkan Jokowi jebakan sisi gelap kekuasaan.

“Sebagai presiden, saya yakin Pak Jokowi berterima kasih dan bersyukur dengan adanya kelompok-kelompok mahasiswa yang kritis. Kritik mahasiswa dan rakyat yang kuat seperti yang dilakukan BEM UI akan menjadi jalan keselamatan bagi Presiden Jokowi dari jebakan sisi gelap kekuasaan yang korup dan menindas,” ujarnya.

Terkait rektorat UI yang memanggil BEM UI, ia menilai langkah itu justru memicu kesan bahwa pimpinan kampus anti terhadap kritik dari mahasiswa.

“Langkah pihak rektorat UI yang melakukan tekanan terhadap BEM UI malah memicu kesan sebagai pimpinan perguruan tinggi yang anti terhadap kritisisme mahasiwa dan justru hanya menimbulkan kesan arogansi kekuasaan,” kata dia.

Dia mengimbau lebih baik kampus membangun ruang dialog bersama para mahasiswanya.

“Lebih baik dibangun komunikasi, buka ruang dialog, minta kawan-kawan BEM UI agar menjelaskan fakta dan data-data. Itu pasti lebih baik. Bukankah Presiden Jokowi sendiri pernah minta agar selalu ada kritik keras terhadap jalannya pemerintah yang dipimpinnya?” tandas Luqman.

Comments are closed.