Perlu Diingat, Vaksin Moderna Butuh Storage Khusus Bersuhu-20 Derajat Celsius

Ilustrasi vaksin Moderna. Foto: Dado Ruvic/REUTERS

Vaksin Moderna asal Amerika Serikat kini telah mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Namun, vaksin ini dibuat dengan teknologi yang berbeda sehingga membutuhkan penyimpanan yang juga berbeda dari vaksin lainnya.

Moderna merupakan vaksin m-RNA, metode pembuatannya dengan menonaktifkan virus pertama yang diterima Indonesia. Oleh karena itu, Moderna butuh penyimpanan di tempat yang khusus, di suhu-20 derajat Celsius.

“Ini adalah vaksin m-RNA pertama yang diterima oleh Indonesia dan punya teknologi penyimpanan yang berbeda dengan yang kita terima sebelumnya, yaitu inactivated virus. AstraZeneca juga 2-8 derajat Celsius,” kata Kepala BPOM Penny Lukito dalam jumpa pers virtual, Jumat (2/7).

“Jadi kali ini memang berbeda namun karena ini dari COVAX Facility, mereka akan memberikan vaksin ini bersamaan dengan teknologi penyimpanan dan distribusinya,” imbuh dia.

Target lokasi pendistribusian Moderna juga akan sangat tergantung hal itu. Daerah yang siap dengan tempat khusus juga diyakini akan menjadi prioritas.

“Tentu akan mempengaruhi juga target-target lokasi di mana vaksin ini akan diberikan. Ini tadi disebutkan penyimpanannya, cold chain-nya-20 derajat Celsius. Memang membutuhkan teknologi penyimpanan tertentu bukan lemari es biasa. Tapi ini akan datang dengan teknologi penyimpanan dan distribusinya,” katanya.

“Sehingga dengan dimulainya Moderna di Indonesia, mudah-mudahan akan semakin banyak jenis vaksin yang lain termasuk Pfizer. Mudah-mudahan dalam waktu dekat,” tutup Penny.

Comments are closed.