Perjalanan Mulyoko, Berkali-kali Gagal Kini Sukses Jadi Saudagar Kambing

Mulyoko/kumparan.com

Kunci untuk mencapai kesuksesan adalah dengan kerja keras dan tidak mudah menyerah. Kedua hal inilah yang menjadi prinsip yang dijalani Mulyoko dalam prosesnya menggapai kesuksesan.

Mulyoko telah berkali-kali mengalami kegagalan dalam membangun usahanya, bahkan ia pernah sampai menanggung kerugian yang bernilai hampir setengah miliar rupiah. Namun, ia pantang menyerah dan tetap bangkit kembali.

Saat ini ia memiliki peternakan bernama “Sekar Mendho” yang berada di bawah kaki Gunung Gandul, tepatnya di Desa Pare, Kecamatan Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah. Peternakan tersebut adalah peternakan kambing yang memiliki kapasitas kandang yang mampu menampung hingga 2.500 ekor kambing.

Menjadi saudagar kambing yang sukses seperti sekarang, tentu saja tidak dicapainya dengan mudah. Sebelum sampai pada titik ini, ia mengalami jatuh bangun dalam mengembangkan bisnisnya.

Karena kegagalan itu ia bahkan pernah sampai memiliki hutang hingga Rp 500 juta. Namun, berkat kegigihan dan kesabarannya serta dukungan sang istri, ia bisa bangkit kembali.

Mulyoko mengatakan bahwa menurutnya tidak mudah membangun bisnis di bidang peternakan kambing. Ia mengaku telah melewati banyak rintangan dan hambatan yang dialami sebelum akhirnya bisnis yang dilakoni bisa sebesar sekarang.

Saat ini Mulyoko memilih untuk berfokus untuk beternak kambing jenis domba meskipun juga menyediakan kambing Jawa.

Menurutnya, dengan beternak domba memiliki beberapa keunggulan yaitu lebih mudah dan praktis juga membutuhkan tempat lebih sedikit dibanding dengan kambing Jawa.

Selain itu, ia bercerita sempat beberapa kali mendapatkan komplain dari warga di tempat-tempat sebelumnya. Kini ia juga mengolah kotoran kambing menjadi pupuk sehingga tidak menyebarkan bau yang tak sedap.

Bahkan pada Idul Adha lalu, ia mengaku bisa menjual kambing hingga 3.500 ekor, sampai hanya tersisa sekitar 50 ekor saat itu.

Tak hanya itu, Mulyoko juga melakoni bisnis trading atau jual beli, penggemukkan kambing yang arahnya adalah untuk menyediakan pemenuhan mereka yang memiliki usaha aqiqah, sate kambing, serta susu.

Sebelum membangun bisnis peternakan kambing, ia sempat menekuni bisnis jual beli tanaman hias gelombang cinta sekitar tahun 2007 hingga 2008. Usaha tanaman hias itu ia jalani setelah ia menikah. Namun ternyata tidak begitu banyak orang yang menyukai tanaman hias pada saat itu.

Comments are closed.