Penyaluran KUR BNI untuk Pekerja Migran RI Capai Rp 12 Miliar per Mei 2021

BNI Remittance Ltd Causeway Bay, Hong Kong. Foto: Angga/kumparan

PT Bank Negara Indonesia atau BNI (Persero) Tbk memastikan bakal terus membantu para pengusaha kecil atau UMKM. Tak hanya di dalam negeri, BNI akan menyalurkan dana untuk para nasabah Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Wakil Direktur Utama BNI, Adi Sulistyowati, mengungkapkan pihaknya mengembangkan wirausaha UMKM pekerja migran Indonesia dengan memberikan fasilitas kredit usaha rakyat atau KUR.

“Kita juga akan memberikan KUR untuk usaha mereka yang mereka akan pulang atau sudah mulai dengan keluarganya yang ada di Indonesia,” kata Adi yang akrab disapa Susi saat webinar Srikandi Diaspora Lompat Lebih Tinggi bersama BNI Hong Kong yang ditayangkan di Youtube kumparan, Minggu (4/7).

Adi menjelaskan fasilitas kredit pengembangan itu diberikan mulai KUR super mikro dengan maksimum sampai Rp 10 juta, KUR mikro Rp 10 juta sampai Rp 50 juta, hingga KUR kecil dengan plafon Rp 50 juta sampai Rp 500 juta.

Adi mengungkapkan saat ini per Mei 2021 KUR yang disalurkan untuk PMI sudah mencapai Rp 12 miliar.

“Per Mei ini kita juga telah menyalurkan KUR untuk PMI sebesar Rp 12 miliar untuk 2021 ini dan penyaluran untuk PMI Hong Kong sebesar kurang lebih Rp 4 miliar atau 30 persen dari total penyaluran,” ungkap Adi.

com-Keseruan workshop BNI di Hong Kong. Foto: Cynda Adissa/kumparan.

Adi menegaskan bantuan pendanaan kepada para pekerja migran memang harus terus digenjot. Sehingga bisa membawa dampak positif juga ke perekonomian.

“Bagaimana kita memberdayakan masyarakat Indonesia khususnya para PMI ini juga menjadi salah satu ujung tombak pemberdayaan ekonomi kerakyatan,” ujar Adi.

Selain itu, Adi memastikan pihaknya bakal berupaya membantu produk UMKM dalam negeri agar bisa bersaing di pasar global. Segala sektor UMKM termasuk dari pariwisata akan didukung oleh BNI khususnya terkait pengembangan melalui fasilitas KUR.

“Diharapkan bahwa UMKM Indonesia ini akan go global dan BNI sebagai agent of development tadi karena punya cabang di luar negeri diharapkan membantu di dalam pemberdayaan untuk UMKM go global,” tutur Adi.

Comments are closed.