Pengusaha Ungkap Bahayanya Jika PPKM Darurat Pangkas Jam Buka Mal

Seroang petugas keamanan melakukan pemeriksaan suhu kepada pengunjung sebelum memasuki mal di di Kuala Lumpur, Malaysaia, Senin (4/5). Foto: REUTERS/Lim Huey Teng

Pemerintah akan memberlakukan PPKM Darurat termasuk mengurangi jam buka supermarket, mal, hingga restoran. Menyikapi hal itu, pengusaha ritel malah menilai pemangkasan jam operasional pusat perdagangan bisa memicu kepadatan pengunjung pusat perbelanjaan.

“Pembatasan jam operasional malah akan berpotensi membuat kepadatan masyarakat yang datang pada jam-jam tertentu,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy N Mandey, melalui keterangan resmi yang diterima kumparan, Rabu (30/6).

Selain itu, pembatasan jam operasional menurutnya justru akan memperburuk kondisi penjualan UMKM. Ini berdampak ke industri manufaktur, produksi makanan dan minuman. Padahal konsumsi masyarakat menyumbang 60 persen pertumbuhan ekonomi nasional.

“Di kala apa pun situasinya, masyarakat tetap akan memenuhi kebutuhan pokok dan sehari-harinya yang tidak mungkin dihilangkan maupun ditunda. Kita bersama tentunya tidak mengharapkan krisis multidimensi, yaitu krisis kesehatan, ekonomi dan sosial,” ujar Roy.

Pengunjung Mal di Kota Kasablanka Foto: Indra Subagja/kumparan

Apalagi mal dan ritel, dinilainya selama ini telah menerapkan protokol kesehatan yang memadai. Fasilitas untuk mendukung pelaksanaan protokol kesehatan juga cukup baik.

Sebelumnya Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, telah ditunjuk Presiden untuk memimpin koordinasi PPKM Darurat di Jawa dan Bali. Hal ini dibenarkan oleh Juru Bicara Kemenko Marves, Jodi Mahardi.

“Saat ini pemerintah masih membuat formulasi tindakan pengetatan yang akan diambil. Sehingga masyarakat tidak perlu panik dengan beredarnya kabar melalui pesan singkat. Di mana salah satu isinya menyebut bakal ditutupnya mal dan pusat perbelanjaan 100 persen,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Satgas COVID-19, Ganip Warsito, sebelumnya menyatakan akan mengubah sejumlah aturan di PPKM Mikro. “Contohnya, pelaksanaan kegiatan PPKM-nya. WFH dan WFO akan diberlakukan 75 persen dan 25 persen untuk daerah berstatus zona orange. Sektor operasional seperti mal bisa sampai jam 17.00, restoran cuma take away dan beroperasi sampai 21.00,” kata Ganip Warsito dalam diskusi virtual, Senin (28/6).

Comments are closed.