Pengintaian (15)

Tiga hari berikutnya segalanya tampak biasa saja, namun justru itu yang membuat Loga lebih was-was. Kelompok NT terlihat tenang. Dena tidak menampakkan wajah kesal, bahkan saat dia berpapasan dengan Duri pagi tadi, matanya tidak melirik. Dia tenang bukan berarti telah melupakan kejadian yang tidak mengenakkan itu. Justru sebaliknya. Dia sedang merencanakan sesuatu. Loga sudah hapal dengan pola pikirnya. Dena memang emosional, namun di sisi lain dia bisa menyimpan amarahnya untuk diledakkan dalam rencana jahat.

Kelompok NT menghabiskan waktunya di ruang OSIS pada jam istirahat. Loga sempat melihat mereka saat hendak ke kantin. Loga bermaksud mengganjal perutnya dengan semangkok soto dan segelas es teh. Biscu sudah menunggu di sana. Tapi langkahnya terhenti ketika dia melihat Duri dan Citra di atas. Mereka tampak serius. Loga bisa melihat mereka dari bawah. Rasa penasaran Loga muncul. Dia bersembunyi di balik pilar sehingga kedua gadis itu tidak melihatnya. Loga mulai memperhatikan gerakan bibir mereka.

“Kamu yakin?” tanya Duri.

Comments are closed.