Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Selama PPKM Darurat

Gunung Gede Pangrango Foto: Shutter stock

Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) menutup kegiatan pendakian mulai Minggu (4/7).

Penutupan sementara itu berlaku untuk seluruh jalur pendakian, yakni Jalur Cibodas, Gunung Putri, dan Selabintana Sukabumi.

Kepala Balai Besar TNGGP, Wahju Rudianto mengatakan, kebijakan tersebut diambil menyusul penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali. Rencananya, penutupan berlangsung hingga 20 Juli mendatang.

Tidak hanya menutup jalur pendakian, lanjut Wahju, Balai Besar TNGGP juga menutup seluruh aktivitas wisata, termasuk berkemah.

“Penutupan ini untuk mendukung penerapan PPKM Mikro Darurat yang diterapkan pemerintah. Seluruh jalur pendakian, dan aktivitas wisata, seperti berkemah kita tutup,” kata Wahju, kepada wartawan, Sabtu (3/7).

Surat edaran penutupan Gunung Gede Pangrango selama PPKM Darurat. Foto: Dok. Istimewa

Wahju menjelaskan, penutupan yang dilakukan itu bisa diperpanjang sampai batas waktu yang belum ditentukan dengan melihat perkembangan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia.

“Ini bagian dari upaya pemerintah dalam menekan lonjakan kasus COVID-19. Jika pada 20 Juli keadaan COVID-19 tetap mengalami peningkatan berdasarkan informasi dari satgas, maka penutupan akan diperpanjang sampai batas waktu yang memungkinkan pendakian aman,” jelasnya.

Gunung Gede Pangrango Foto: Shutter stock

Wahyu menyebutkan, bagi calon pendaki yang sudah melakukan pembayaran melalui pemesanan online pada 4 Juli, pihaknya mempersilakan untuk reschedule atau penjadwalan ulang waktu pendakian.

“Bisa juga refund atau pengembalian uang. Silakan menghubungi bagian pelayanan pendakian,” pungkasnya.

Comments are closed.