Pemkot Bogor Ditutup Seminggu Usai 42 Pegawai Positif COVID-19

Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro saat memonitor penerapan ganjil genap di wilayah Bogor. Foto: Dok. Istimewa

Kantor Pemkot Bogor ditutup sementara selama seminggu mulai Selasa (29/6). Penutupan dilakukan setelah pegawai yang terpapar COVID-19 bertambah menjadi 42 orang.

“Saya mengumumkan, Pemerintah Kota Bogor mengambil langkah menutup sementara kantor pemerintahan Kota Bogor selama sepekan mulai Selasa besok,” kata Bima Arya dikutip dari Antara.

“Pegawainya WFH (work from home/kerja dari rumah) 100 persen sambil melihat perkembangan kondisi,” tambah dia.

Bima Arya mengatakan, selama seminggu, semua pegawai Pemkot Bogor diminta bekerja dari rumah kecuali pegawai dari delapan organisasi perangkat daerah yang tugasnya berhubungan dengan pelayanan publik langsung.

Delapan organisasi perangkat itu yakni Dinas Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja, Rumah Sakit Umum Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Perhubungan, Sekretariat Dewan, Kantor Kecamatan, dan Kantor Kelurahan.

Bima menjelaskan, jumlah pegawai yang bekerja di kantor delapan organisasi perangkat itu akan dibatasi 25 persen.

“Pegawai lainnya bekerja dari rumah,” ucap dia.

Gedung Balai Kota Bogor. Foto: Riza Harahap/Antara

Bima Arya menekankan, selama bekerja dari rumah para pegawai pemerintah tidak boleh ke luar dari rumah jika tidak ada keperluan mendesak.

“Setiap dinas ada petugas yang memonitor dan membuat laporan piket. Jadi di antara pegawai saling berkoordinasi,” ucap Bima.

“Pemkot Bogor juga harus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat,” tambah dia.

Lebih lanjut, Bima Arya mengatakan penutupan sementara kantor Pemkot Bogor untuk mencegah penularan COVID-19 di kalangan aparatur sipil negara (ASN) pemerintah meluas.

​​​​​”ASN adalah garda terdepan pada pelayanan publik. Kalau semakin banyak ASN terpapar COVID-19, maka siapa yang melayani masyarakat,” tutup Bima.

Kantor Pemkot Bogor sebelumnya ditutup sejak 24 sampai 28 Juni 2021. Ketika itu, ada 27 ASN yang dikonfirmasi positif COVID-19. Namun kini jumlahnya kembali bertambah.

Comments are closed.