Pemerintah Pusat Utang Puluhan Miliar ke Rumah Sakit di Riau

GUBERNUR Riau, Syamsuar, mengenakan batik motif Virus Corona.

SELASAR RIAU, PEKANBARU – Diperkirakan puluhan miliar Rupiah utang pemerintah ke rumah sakit umum daerah dan swasta belum terbayarkan hingga sekarang. Utang puluhan miliar tersebut terkait penanganan COVID-19.

Gubernur Riau, Syamsuar, mengatakan ia tak jadi menyampaikan klaim puluhan miliar tersebut kepada dua menteri, Kesehatan dan Keuangan.

“Intinya sebenarnya. Kami mengharapkan tadi kalau saya diberikan kesempatan, bagaimana klaim rumah sakit ini segera dibayar,” kata Gubernur Riau, Syamsuar, Rabu (7/7/2021), usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Evaluasi Pelaksanaan PPKM Mikro Diperketat secara virtual di Gedung Daerah Balai Serindit.

Syamsuar menyanyangkan, ia tidak diberikan kesempatan menyampaikan hal tersebut dalam Rakortas.

“Itu aja. Itu nomor satu harus menjadi prioritas sebenarnya. Tapi, saya tak bisa ngomong, tidak diberikan kesempatan. Karena tadi Menteri Keuangan hadir,” ungkapnya.

“Sebenarnya itu yang ingin saya sampaikan. Tapi sayang saya tidak diberikan kesempatan,” tambah orang nomor satu di Riau.

Memang, ia menuturkan, tadi sudah disampaikan akan diselesaikan oleh Menteri Keuangan.

“Walaupun klaim yang disampaikan tadi oleh Ibu (Menteri Keuangan) akan diselesaikan. Cuman kapan mau diselesaikan,” jelasnya.

Pemprov Riau, ujar Syamsuar, klaim RS belum dibayar jumlah lumayan banyak. Sedang dilakukan penghitungan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Iya lumayanlah. Angkanya belum bisa saya sampaikan, karena masih dalam perhitungan BPKP,” ujarnya.

Menurutnya dengan pembayaran sudah dilakukan, diharapkan memberi dukungan kepada rumah sakit.

“Itu tentunya meyakinkan bahwa semua kegiatan berkaitan dengan pengadaan obat, dan lain sebagainya. Ini menjadi kebutuhan rumah sakit, sekarang mereka mengharapkan dukungan uang itu,” jelasnya.

Sebelumnya Wakil Wali Kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, menyebutkan sejumlah rumah sakit di Pekanbaru belum menerima pembayaran tagihan penanganan Covid-19.

“Keluhan kami, klaim kepada BPJS untuk tagihan penanganan Covid-19 belum cair. Menurut laporan Dinas Kesehatan Pekanbaru, bahkan ada dari tahun 2020 belum dibayar,” kata Ayat, Selasa, 06 Juli 2021.

Ia melanjutkan, misalnya tunggakan untuk tagihan penanganan COVID-19 di Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru. Ia berharap semoga segera dibayar tunggakan tersebut.

“Lumayan sekali ya, di RSD Madani saja ada Rp 18 Miliar, sedangkan ada 21 rumah sakit lain, sudah berapa. Mudah-mudahan segera ya,” tutupnya.

Laporan: WAYAN SEPIYANA

Comments are closed.