Pemerintah Kerja Sama dengan Provider, Pantau Mobilitas Warga Saat PPKM Darurat

Ilustrasi GPS Tracking. Foto: dok Istimewa

Sebagai upaya dalam memastikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM Darurat) berlangsung dengan efektif, Pemerintah Pusat sepakat untuk melakukan kerja sama dengan berbagai pihak dalam melacak pergerakan masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi, dalam Keterangan Pers Virtual Update PPKM Darurat, Sabtu (3/7).

“Pemerintah Pusat juga sudah menjalin kerja sama dengan berbagai platform digital serta provider telekomunikasi yang dapat melakukan tracking perjalanan masyarakat selama pemberlakuan PPKM Darurat ini,” papar Jodi.

Dengan adanya sistem ini, kata Jodi, pemerintah setempat akan langsung mengetahui dan dapat menindaklanjuti jika terdeteksi tingginya jumlah warga yang melakukan mobilitas di tengah-tengah pembatasan kegiatan ketat ini.

“Apabila di lapangan masih terlihat pergerakan yang cukup masif, maka sistem akan memberikan notifikasi dan akan disampaikan kepada Pemda dan aparat terkait yang bertugas di wilayah tersebut untuk segera dilakukan mitigasi dan langkah-langkah intervensi,” jelasnya.

PPKM Darurat yang berlangsung di Jawa dan Bali ini dimulai pada tanggal 3-20 Juli. Kebijakan ini diterapkan ketika situasi COVID-19 Indonesia semakin memburuk, dengan penambahan jumlah kasus harian dan kematian yang terus meningkat.

“Sekali lagi kami tegaskan, PPKM darurat bertujuan untuk mengurangi penyebaran virus dengan cara membatasi mobilitas yang tidak esensial, yang akhirnya mengendalikan laju penularan COVID-19,” ujar dia.

Selama PPKM Darurat, kegiatan masyarakat yang berpotensi tinggi menyebarkan virus corona dibatasi dengan ketat. Kantor-kantor di sektor non-esensial diwajibkan melakukan Work from Home (WFH) total, sementara di sektor esensial 50% WFH.

Rumah makan tidak diizinkan melayani makan di tempat, dan hanya diperbolehkan beroperasi dengan layanan pesan antar atau takeaway. Seluruh rumah ibadah ditutup sementara, pusat perbelanjaan dan mal juga ditutup.

Comments are closed.