Pembunuh Presiden Haiti Jovenel Moise Diduga Tentara Bayaran Profesional

Presiden Jovenel Moise duduk di Istana Kepresidenan. Foto: AFP

Duta Besar Haiti untuk Amerika Serikat, Bocchit Edmond, berpendapat pembunuh Presiden Jovenel Moise adalah tentara bayaran profesional yang menyamar sebagai agen AS. Ia pun memperkirakan para pelaku telah meninggalkan Haiti.

Para pembunuh yang muncul di kediaman Moise disebut sebagai agen dari Drug Enforcement Administration (DEA). Tetapi menurut Edmond, tindakan mereka tidak sesuai dengan pasukan dari agen AS.

“Itu adalah serangan yang diatur dengan baik dan itu adalah para profesional. Kami memiliki video dan kami yakin itu adalah tentara bayaran,” kata Edmond, mengutip AFP.

Presiden Haiti Jovenel Moise ditembak mati oleh orang-orang bersenjata kaliber berat pada Rabu dini hari waktu setempat. Saat itu Moise tengah berada di kediamannya yang berlokasi di perbukitan di atas Port-au-Prince.

Istri Moise yang berusia 53 tahun, Martine Moise, juga tertembak namun berhasil selamat. Edmond mengatakan Martine Moise akan pergi ke Miami untuk perawatan medis.

“Saya dapat memberitahu Anda bahwa pengaturan yang diperlukan telah dibuat sejak pagi ini untuk memindahkannya ke rumah sakit Miami,” kata dia.

Sementara itu, Edmond mengatakan penyelidikan terhadap keberadaan, motivasi, dan asal-usul para pembunuh Moise masih dilakukan. Tetapi mereka diketahui berbicara dengan bahasa Spanyol satu sama lain.

Oleh sebab itu, Edmond pun menduga mereka mungkin telah meninggalkan Haiti ke negara tetangga, Republik Dominika, yang berbahasa Spanyol.

“Kami tidak tahu apakah mereka pergi [dari Haiti]. [Tapi] jika mereka tidak berada di negara ini sekarang, hanya ada satu cara bagi mereka untuk pergi dan itu adalah melalui perbatasan, karena tidak ada pesawat,” terang dia.

Edmond menambahkan sebuah pesawat pribadi akan terdeteksi oleh otoritas penerbangan sipil, tetapi pergerakan yang melintasi perbatasan bisa saja tidak terdeteksi.

Comments are closed.