Pemakaman Protap COVID-19 di Jakarta Naik 10 Kali Lipat

Warga berjalan saat akan melakukan ziarah kubur di area pemakaman khusus COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (28/6/2021). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Angka kematian karena corona memang perlahan mulai turun. Tapi, yang perlu diketahui pula ada warga yang terpaksa dimakamkan dengan protap COVID-19 di luar pasien corona.

Angka pemakaman dengan protap COVID-19 di Jakarta meroket. Bahkan, kenaikannya sampai 10 kali lipat periode 1 Mei-3 Juli 2021.

Data ini diunggah akun instagram resmi Pemprov DKI Jakarta, @dkijakarta, Minggu (4/7).

“Beberapa hari terakhir, jumlahnya tercatat meningkat 10x lipat jika dibandingkan pada awal bulan Mei 2021,” tulis akun resmi Pemprov DKI tersebut.

“Teman-teman, mari terus tingkatkan kewaspadaan penularan COVID-19. Jangan lengah dan abai. Tetap disiplin jalankan prokes 5M dan saling ingatkan sesama, saling menjaga. Batasi aktivitas keluar rumah untuk keperluan esensial, ya!”

Pemakaman protap COVID-19 memang berbeda dengan angka kematian karena corona. Setiap warga yang meninggal dengan status sudah positif COVID-19 akan terhitung sebagai angka kematian corona.

Namun, ada warga yang memiliki gejala COVID-19, sedang menunggu hasil swab PCR, tapi kemudian meninggal. Warga dengan kondisi ini tetap diurus dengan pemakaman protap COVID-19, tapi tidak masuk dalam angka kematian karena corona.

Suasana pemakaman jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (28/6/2021). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan semua pihak untuk mengambil peran dalam penanganan corona. Sebab, angka kematian dan pemakaman COVID-19 sudah sangat tinggi.

“Ini bukan angka statistik. Ini adalah saudara kita, ayah, ibu, anak, kakak, adik, dari warga Jakarta. Jangan pernah kita menganggap ini adalah angka statistik,” ujar Anies.

Dari data yang diunggah, pada 1 Mei, tercatat pemakaman dengan protap COVID-19 dalam sehari hanya 25 kasus. Angka ini mulai merangkak naik sejak Juni 2021.

Puncaknya, ada di tanggal 3 Juli 2021. Dalam sehari, ada 392 pemakaman dengan protap COVID-19. Berikut data lengkapnya:

Update Data Pemakaman dengan protokol COVID-19 di DKI Jakarta, 1 Mei – 3 Juli 2021. Foto: Pemprov DKI Jakarta

Comments are closed.