Pemakaman Protap COVID-19 di Jakarta 300 Orang Sehari, Tertinggi Selama Pandemi

Petugas mengumandangkan adzan saat pemakaman jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (28/6/2021). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar rapat mendadak menghadapi PPKM Darurat 3-20 Juli 2021. Anies memberi arahan langsung kepada para ASN di Jakarta.

Dalam rapat itu, Anies meminta semua ASN bekerja maksimal dalam penanganan corona. Tidak perlu memandang itu bidangnya ataupun bukan karena pandemi sudah masuk ke semua sisi.

Salah satu yang menjadi perhatian, yakni angka kematian pasien corona. Terlebih, angka pemakaman protap COVID-19 di Jakarta yang sanga tinggi.

“Perlu diketahui bahwa hari ini saja Dinas Pertamanan dan Hutan Kota memakamkan lebih dari 300 jenazah,” kata Anies dalam rapat yang diunggah di chanel youtube DKI Jakarta, Jumat (2/7).

Berdasarkan catatan situs corona.jakarta.go.id, catatan tertinggi pemakaman protap COVID-19 terjadi pada 29 Juni 2021. Ada 304 orang jenazah yang dimakamkan.

“Pada gelombang pertama kalau pun kita harus memakamkan tinggi-tingginya itu 140 per hari. Sekarang sudah lebih dari 300. Minggu yang lalu untuk pertama kalinya sampai angka di atas 150. Lalu di atas 200, lalu di atas 250, dan kemarin di atas 300,” tutur Anies.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, meninjau kesiapan Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus jenazah yang terpapar COVID-19 di Rorotan, Jakarta Utara,. Foto: PPID DKI Jakarta

Angka kematian pasien corona dengan protap COVID-19 memang berbeda. Angka kematian corona dihitung dari pasien positif corona yang meninggal.

Sedangkan, pemakaman protap COVID-19, dihitung dari pasien positif corona yang meninggal ditambah, pasien yang masih menunggu hasil tes tapi sudah meninggal.

Anies meminta semua pihak melihat ini tidak sebagai angka statistik. Tapi, nyawa yang perlu diselamatkan. Total hingga 2 Juli 2021, sudah 8.547 orang yang meninggal karena corona di Jakarta.

“Ini bukan angka statistik. Ini adalah saudara kita, ayah, ibu, anak, kakak, adik, dari warga Jakarta. Jangan pernah kita menganggap ini adalah angka statistik,” ujar Anies.

Comments are closed.