Pejabat Kemenkes Brasil Dipecat Atas Dugaan Korupsi Kontrak Vaksin COVID-19

Presiden Brasil Jair Bolsonaro. Foto: Sergio LIMA / AFP

Seorang pejabat di Kementerian Kesehatan Brasil dipecat oleh Presiden Jair Bolsonaro pada Rabu (30/6). Ia dipecat akibat adanya laporan dugaan suap pada kontrak pembelian vaksin COVID-19 dari perusahaan Bharat Biotech India.

Sebelumnya, pada Selasa (29/6) Brasil mengumumkan penangguhan kontrak pembelian vaksin senilai 324 USD atau setara dengan Rp 4,7 triliun.

Seseorang melaporkan adanya dugaan penyelewengan dalam kontrak tersebut, tetapi baik Pemerintah Brasil maupun Bharat Biotech menyangkal tuduhan tersebut.

Dikutip dari Reuters, Lembaran Negara Brasil yang dirilis pada Rabu (30/6), menyampaikan kabar pemecatan Kepala Bidang Logistik Kemenkes, Roberto Ferreira Dias.

Surat kabar lokal Folha de S.Paulo melaporkan, Dias menyarankan suap sebesar 1 USD (Rp 14.550) per dosis pada sebuah jamuan makan malam untuk mendiskusikan pemesanan baru sebanyak 400 juta dosis vaksin merek Covaxin.

Pihak Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa pemecatan Dias telah diputuskan pada Selasa (29/6) pagi.

Hingga kini, Dias masih belum memberikan komentar, baik soal pemecatan dirinya maupun tuduhan korupsi.

Majelis Senat yang bertugas mengawasi respons pemerintah Brasil terhadap pandemi akan segera memanggil saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut soal tuduhan ini.

Pekerja sanitasi, Manish Kumar, bersiap menerima dosis COVAXIN Bharat Biotech di All India Institute of Medical Sciences ( AIIMS) di New Delhi, India, Sabtu (16/1). Foto: Adnan Abidi/REUTERS

Comments are closed.