Pasien COVID-19 yang Kabur dan Tewas di DIY Bergejala Sesak

Petugas kesehatan di Grand Asrilia Hotel yang sudah dijadikan sebagai tempat pemulihan pasien COVID-19, Bandung, Senin (28/6/2021), Foto: Dok. Yogi P/Biro Adpim Jabar

Seorang pasien COVID-19 ditemukan meninggal dunia di selokan setelah kabur dari RSUD Wonosari, Gunungkidul, DIY, Sabtu (3/7) pagi. Pasien diketahui merupakan warga Kecamatan Playen, Gunungkidul berinisial AS (39).

Direktur RSUD Wonosari Heru Sulistyowati mengungkapkan kronologi peristiwa tersebut. Pasien diketahui isolasi mandiri dengan hasil rapid test antigen positif dari salah satu rumah sakit. Pasien juga bergejala.

“Jumat 02 Juni 2021 jam 16.58 WIB, pasien datang sendiri ke IGD RSUD Wonosari dengan gejala, klinis COVID, mengeluh sesak, sudah dilakukan rongent mendukung ke COVID. Sudah dilakukan tindakan dan terapi, pasien manut dengan semua tindakan yang dilakukan, tidak menolak. Sementara pasien dirawat di ruang isolasi COVID IGD, karena bangsal masih penuh,” kata Heru dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (3/7).

Pada pukul 01.00 WIB, AS masih mendapatkan perawatan di IGD. Pasien diketahui mengalami sesak napas.

“Sebelumnya pasien periksa ke dokter karena ada gejala dan selanjutnya di cek rapid antigen positif,” ujarnya.

Tidak ada yang aneh ketika pasien itu diperiksa perawat. Hingga pukul 02.00 WIB, perawat masih mendapati pasien berada di ranjang sebelahnya.

“Sekitar jam 01.30-02.00 perawat melakukan tindakan ke pasien COVID yang di bed sebelahnya karena kondisi kritis. Pasien tersebut (AS) terlihat seperti tidur ” ujarnya.

Saat itu memang tengah banyak pasien di IGD. Setidaknya ada 8 pasien terkonfirmasi corona, 7 pasien suspek, dan satu ibu bersalin.

Lalu pada 03.30 WIB, IGD kedatangan pasien baru lagi. Saat itu petugas fokus pada pasien baru ini. Namun pada pukul 06.00 WIB saat petugas hendak memberikan obat, AS tidak ada ranjangnya.

“Bed-nya kosong, infus masih gantung di tiang infus, urine bag tergeletak di lantai, barang-barang pasien masih ada,” ujarnya.

“Petugas tanya ke yang di sebelah-sebelahnya tidak tahu, kemudian dicari ke semua ruang IGD tidak ketemu. Kemudian petugas nelpon keluarga kalau pasien melarikan diri,” katanya.

Petugas lantas melakukan pengecekan CCTV. Pada pukul 02.00 WIB, pasien tampak melihat sekeliling ruangan dari pintu ruang isolasi. Lantaran ada petugas, dia masuk lagi.

“(Dari CCTV) jam 02.54 WIB pasien keluar dari ruang isolasi (tidak ada selang infus), naik ke tangga IGD lantai 2, setelah itu dari CCTV tidak terlihat lagi pasien tersebut,” jelasnya.

Diduga AS turun dari lantai 2 dengan menuruni dinding yang berada di barat-selatan rumah sakit. Dia diduga berada di lokasi instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

“Bukan loncat karena dari lantai 2 dengan selokan tempat mayat ditemukan agak jauh sekitar 15 meter. Tadi saya dengan teman-teman sempat ngecek ke lantai 2, mungkin dia turun lewat dinding sebelah barat-selatan, lewat tempat IPAL,” ujarnya.

Diduga pasien ini melompat pagar RSUD Wonosari. Dan saat itu kemungkinan dia terjatuh ke selokan hingga meninggal dunia.

“Terus lompat pagar RSUD, mungkin jatuh ke selokan, selokannya dalam,” kata jelas.

Dia menjelaskan penyebab pasien tersebut tewas belum diketahui. Sementara berdasarkan informasi tidak ada tanda kekerasan di tubuh pasien. Motif pasien ini kabur pun tidak diketahui.

“Penyebab pastinya sulit diketahui,” pungkasnya.

Comments are closed.