Pasien COVID-19 yang Isolasi Mandiri di Banggai Masih Bebas Berkeliaran

Salah satu lorong di kawasan permukiman Bukit Mambual, Kecamatan Luwuk, Selatan, Kabupaten Banggai, Sulteng. Foto: Alisan/Palu Poso

Pasien COVID-19 yang isolasi mandiri di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng), mesti diawasi ketat. Hal ini agar tidak terjadi seperti kasus di kawasan Bukit Mambual, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai.

Seorang warga setempat, Maryam Salad menceritakan, terdapat salah seorang warga kawasan Bukit Mambual yang divonis positif COVID-19 oleh Puskesmas, tetapi karena tidak bergejala diminta mengisolasi diri di rumah.

Hanya saja, saat isolasi mandiri itu, pasien COVID-19 itu berkeliaran di sekitar rumahnya.

“Di sana kan masih ada kekeluargaan, pinjam pacul apa di sebelah rumah,” kata Maryam, Rabu (7/7).

Saat ditegur, sang istri pasien malah menjawab apabila tidak beraktivitas tak ada yang mencari nafkah untuk keluarganya.

Virus corona punya duri-duri di permukaan tubuhnya. Sekilas, mirip buah rambutan. Foto: Shutterstock

“Istrinya bilang siapa yang beri makan anak dan istrinya,” ujar Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan pemerintah Kabupaten Banggai itu.

Seorang warga setempat, Sofyan Datu Adam juga mengutarakan hal yang sama. Sebab, ia juga bermukim di kawasan Bukit Mambual.

“Bahkan kabarnya ada yang staf di BKPSDM yang juga kena COVID-19,” katanya.

Karena itu, pria yang juga Kepala BKPSDM Kabupaten Banggai itu menginstruksikan stafnya agar tak memegang alat elektronik yang digunakan ASN yang terkonfirmasi corona.

“Laptopnya apa semua jangan dipegang, sehingga ini penting agar diaktifkan posko PPKM itu,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Banggai AKBP Satria Adrie Vibrianto mengatakan posko PPKM Mikro tetap diaktifkan. Anggotanya terdiri dari kepolisian, petugas medis, dan tokoh masyarakat sekitar. Sehingga, warga yang memiliki keluarga terpapar corona harus melapor.

Comments are closed.