Paru-paru Anggota DPRD DIY yang Wafat karena Corona Sudah 90 Persen Putih

Anggota DPRD DIY dari Fraksi PDIP asal Gunungkdul Wahyu Pradana Ade Putra. Foto: istimewa

Anggota DPRD DIY dari Fraksi PDIP asal Gunungkdul Wahyu Pradana Ade Putra meninggal dunia Selasa (29/6/2021) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Yang bersangkutan meninggal dengan status pasien COVID-19.

Politisi besutan Megawati Soekarno Putri ini meninggal dunia usai mendapatkan perawatan di rumah sakit selama 4 hari. Yang terakhir, Wahyu Pradana dilarikan ke RSUD Saptosari karena membutuhkan ICU yang dilengkapi ventilator.

Direktur Utama RSUD Saptosari, dr Eko Darmawan ketika dikonfirmasi membenarkan jika Wahyu Pradana meninggal dunia di rumah sakit tersebut. Wahyu Pradana meninggal karena COVID-19.

Eko mengatakan almarhum Wahyu Pradana masuk ke RSUD Saptosari sejak Sabtu (24/6/2021) dan dirawat di bangsal biasa pasien COVID-19. Sejak awal kondisi klinis memburuk dan mengalami penurunan saturasi oksigen.

Selasa (26/6/2021) siang, kondisi wahyu pradana drop dan pihaknya segera memutuskan untuk pemasangan alat bantu nafas (ventilator) dan tidak tertolong lagi

“Kebetulan saya sendiri yang menangani beliau,”terangnya, Selasa malam.

Menurut Eko, Wahyi Pradana sebenarnya tergolong berat untuk pasien covid19 yang kondisinya menurun. Saat masuk pertama kali ke ICU, kondisi Wahyu Pradana sudah termasuk kritis.

Di mana saat masuk ke ruang ICU RSUD Saptosari kondisi paru-paru yang bersangkutan sudah memburuk Saat itu, warna hitam paru-paru yang bersangkutan tinggal 10%. Sementara yang berwarna putih sangat mendominasi paru-paru yang bersangkutan.

“Jadi 90 persen paru-paru beliau berwarna putih,” terangnya.

Eko menjelaskan corona atau COVID-19 salah satunya memang menyerang paru-paru. Di mana paru-paru penderita Covid19 akan menjadi bercak-bercak keputihan.

“Semakin berat COVID-19 menyerang maka semakin besar pula bercak putih,” terangnya.

Segala daya upaya ia kerahkan untuk menolong Wahyu Pradana. Namun nampaknya upaya tim dokter di RSUD Saptosari belum berhasil. Pihaknya sempat berusaha mencari pendonor kovalen yang golongan darahnya sama.

Namun upaya mendapatkan donor kovalen juga mengalamu hambatan. Meski demikian, ia mencoba untuk tidak berputus asa dan berusaha memberikan pertolongan kepada yang bersangkutan.

Tuhan berkata lain, lanjut dia, Wahyu Pradana akhirnya menghembuskan nafas terakhir 20 menit kemudian setelah masuk ruang ICU.

“Jadi meninggalnya Selasa sore, 20 menit setelah saya mulai menangani. Cuma kami rilis beliau meninggal pukul 19.00 WIB,” tambahnya.

Ketua DPC PDI Pejuangan Gunungkidul sekaligus Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan politisi Partai besutan Megawati itu meninggal dunia di usianya yang ke-31 tahun.

“Wahyu Pradana dikatahui telah mengalami gejala covid19 dan diswab pada Kamis (24/06/2021) lalu. Dan hasilnya keluar Sabtu atau dua hari kemudian,” ujarnya.

Kondisi kesehatannya pun dari kemarin terus memburuk, bahkan sempat tidak mendapatkan ruang ICU. Menurut Endah, Wahyu Pradana Ade Putra sendiri dalam kondisi tanpa penyakit bawaan.

Comments are closed.