Pangdam Jaya: Penyekatan Padat, Sebagain Sistem PPKM Darurat Belum Berjalan

Gubernur DKI Anies Baswedan, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji saat memantau PPKM Darurat di Pos Penyekatan Jalan Raya Bogor. Foto: Dok. Istimewa

Hari ketiga PPKM Darurat dilakukan penyekatan pembatasan mobilitas masyarakat khususnya bagi pekerja non-esensial-critical yang hendak pergi ke Jakarta. Berbagai cara dilakukan TNI-Polri untuk menyekat warga.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji, mengatakan kepadatan di berbagai titik penyekatan membuktikan ada sistem PPKM Darurat yang belum berjalan maksimal. Dampaknya, warga yang seharusnya WFH malah tumpah ruah ke jalan.

“Yang tadi terjadi permasalahannya adalah semua yang masuk ke Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang, lebih jauh lagi dari Bogor sama kereta api, artinya sebagian dari sistem masih belum berjalan,” ujar Mulyo dalam konferensi pers virtual bersama Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, Senin (5/7).

Menurutnya, sistem ini harus segera diselesaikan dengan baik agar tidak ada lagi penumpukan hingga kemacetan panjang di titik penyekatan.

“Barangkali besok masih disempurnakan lagi namun demikian kami sudah koordinasi dengan komandan wilayah sebelah sekitar kami untuk bisa kurangi tingkat mobilitas manusia di sana,” terangnya.

“Sehingga tidak menjadi bermasalah saat masuk di Jakarta seperti disampaikan Pak Wakapolda,” tambahnya.

Kondisi penyekatan PPKM di Jalan Lampiri, Kalimalang, Bekasi. Foto: Dok. Andrian

Mulyo kembali menjelaskan, hari ini memang terjadi kepadatan yang luar biasa diakibatkan ada pekerja yang bukan di sektor esensial yang tidak menaati peraturan PPKM Darurat.

“Terjadinya kemacetan tadi di atas 80 persen seluruhnya adalah pekerja. Yang berarti ada beberapa yang tidak patuh dengan apa disampaikan pemerintah,” jelasnya.

Diberlakukannya Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) bagi para pekerja esensial dan kritikal sebagai bukti nantinya saat berada di titik penyekatan mobilitas agar dapat berkegiatan di Jakarta sesuai dengan aturan PPKM Darurat.

Comments are closed.