Pandemi COVID-19 Kian Menggila, Rusia Pastikan Tak Akan Lockdown

Seorang wanita berjalan melewati ambulans yang diparkir di luar Rumah Sakit di Saint Petersburg, Rusia (17/6). Foto: Alexander Demianchuk/TASS via Reuters

Pemerintah Rusia memastikan tak akan memberlakukan lockdown, meski kasus virus corona makin melonjak.

Rusia saat ini mengalami peningkatan kasus dan kematian akibat COVID-19. Lonjakan terjadi karena menyebarnya virus corona varian Delta.

Varian Delta pertama kali lahir di India saat negara itu dihantam tsunami COVID-19 pada April 2021. Varian ini lebih menular dan mematikan dibanding varian lain.

Kondisi di Rusia makin parah dengan tingkat vaksinasi COVID-19 yang rendah. Bahkan, pada Jumat (2/7/2021) muncul 679 kematian akibat corona. Jumlah itu memecahkan rekor kematian harian terkait COVID-19.

Pastor Vasily Gelevan mengenakan pakaian hazmat saat mengunjungi seorang pasien diduga terinfeksi COVID-19, di Moskow, Rusia. Foto: Alexander Zemlianichenko/AP Photo

Meski keadaan kian tak terkendali, Kremlin mengatakan lockdown tak akan dilakukan.

“Tidak ada yang mau lockdown dan iya itu bukan untuk diperdebatkan,” kata jubir Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov seperti dikutip dari Reuters.

“Itu tidak untuk didiskusikan, itu kenapa kita semua mesti divaksin secepat mungkin,” sambung dia.

Selama 2021 ini, meski lonjakan kasus COVID-19 di Rusia beberapa kali terjadi, opsi lockdown selalu disingkirkan. Rusia bahkan menggelar acara yang mengundang kerumunan salah satunya Piala Eropa 2020.

Kota penyelenggara Piala Eropa 2020, Saint Petersburg sekarang menjadi penyumbang kasus COVID-19 besar di Rusia.

Comments are closed.