Pandemi COVID-19 di Malaysia Belum Membaik, Warga Kibarkan Bendera Putih

Sasikumar, 45, seorang pembersih mobil yang kehilangan pekerjaannya selama penguncian, mengibarkan bendera putih untuk mencari bantuan dari masyarakat, (5/7/2021). Foto: REUTERS/Lim Huey Teng

Situasi COVID-19 di Malaysia masih belum membaik. Ledakan kasus yang terjadi pada Mei lalu menyebabkan Pemerintah Malaysia menarik rem darurat dengan memberlakukan lockdown skala nasional per 1 Juni 2021.

Virus corona terus merundung masyarakat Malaysia. Mereka yang kurang mampu terpaksa harus menjalani hari-hari dengan kekurangan bahan pangan. Bahkan, banyak yang harus kehilangan pekerjaan akibat pandemi ini.

Dikutip dari The Associated Press, masyarakat Malaysia serentak menyerukan kampanye #BenderaPutih di media sosial, sebagai respons dari meningkatnya angka kematian akibat bunuh diri yang dipercaya terkait dengan kesusahan selama pandemi berlangsung.

Kepolisian Malaysia melaporkan 468 kasus bunuh diri dalam 5 bulan pertama di 2021, dengan rata-rata empat kematian dalam satu hari. Angka tersebut meningkat pesat jika dibandingkan dengan 631 kasus sepanjang tahun 2020.

Salah seorang warga, Mohamad Nor Abdullah, melihat kampanye ini dan memutuskan untuk menggantungkan bendera putih di depan jendela rumahnya pada Minggu (4/7) malam.

Orang-orang mengantri untuk membeli makanan dari truk makanan saat lockdown di Kuala Lumpur, Malaysia. Foto: Lim Huey Teng/Reuters

Senin (5/7) pagi, bala bantuan menyerbu rumahnya. Puluhan orang menghampiri rumahnya dan menawarkan makanan, sejumlah uang, hingga dukungan.

Lockdown Malaysia skala nasional diperpanjang mulai Sabtu (3/7) karena kasus COVID-19 yang belum membaik. Warga di beberapa area tak diperbolehkan untuk keluar rumah, kecuali membeli makanan dan kebutuhan sehari-hari.

Mohamad Nor, yang bekerja sebagai pedagang nasi lemak pinggir jalan, terdampak dengan sangat berat.

Ia kehilangan mata pencahariannya, sementara bantuan dari pemerintah Malaysia tak cukup memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

“Benar-benar tak disangka. Banyak sekali orang yang datang untuk membantu, mendukung, dan menyemangati saya,” ujar Mohamad Nor.

Tak hanya bantuan sembako, bahkan, ada seseorang yang menawarkan untuk membayarkan biaya sewa kamar kontrakan serta bantuan lainnya yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya hingga beberapa bulan ke depan.

Potret Malaysia saat perpanjangan Lockdown. Foto: AP Photo/Vincent Thian

Para pengguna media sosial, dalam kampanye ini, mengajak orang-orang yang tengah dilanda kesulitan akibat pandemi COVID-19 untuk mengibarkan bendera atau kain putih di depan rumah mereka sebagai tanda bahwa mereka membutuhkan bantuan sesegera mungkin.

Kampanye ini menjadi inspirasi bagi beberapa komunitas lainnya untuk menawarkan bantuan.

Salah satu asosiasi pencinta binatang mengajak mereka yang mengalami kesulitan finansial dalam membeli pakan hewan peliharaan mereka untuk mengibarkan bendera merah sebagai tanda permintaan tolong.

Comments are closed.