Palu Zona Kuning, Wali Kota Sarankan Rumah Warga Terkonfirmasi Positif Dilabeli

Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid, SE saat memimpin rapat koordinasi progres penanganan COVID-19 dan progres penanganan vaksinasi di wilayah Kota Palu, Sulteng, Senin (28/6). [Foto: Istimewa]

Kota Palu saat ini masih berada di zona kuning berdasarkan data jumlah terkonfirmasi positif COVID-19, yang sebelumnya 30 kasus menjadi 156 kasus.

“Untuk saat ini, jumlah terkonfirmasi positif COVID-19 untuk Kota Palu naik menjadi 156 kasus yang sebelumnya hanya 30 kasus,” kata Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid, SE saat memimpin rapat koordinasi progres penanganan COVID-19 dan progres penanganan vaksinasi di wilayah Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin (28/6).

Tentunya dengan kenaikan angka kasus terkonfirmasi tersebut, Wali Kota Palu menegaskan penerapan protokol kesehatan, yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas harus dilakukan secara disiplin oleh semua pihak. Jika disiplin dilakukan, kata dia, maka penyebaran Corona di Kota Palu bisa dikendalikan.

Rakor penanganan dan pengendalian COVID-19 dan vaksinasi di Kota Palu itu dihadiri Wakil Wali Kota Palu dr Reny A Lamadjido Sp PK, M.Kes, Sekda Kota Palu H.Asri, perwakilan dari TNI, Polri, kepala OPD, dan sejumlah tenaga kesehatan dari Puskesmas se-Kota Palu.

Olehnya, Wali Kota Hadi menjelaskan, perlunya langkah strategis yang harus didukung semua pihak. Seperti pengetatan pelaksanaan tracing terhadap warga yang kontak erat dengan keluarga yang terkonfirmasi COVID- 19 di wilayah kota Palu.

Dia menjelaskan, pengecekan melalui tracing adalah untuk mengetahui siapa saja yang kontak langsung dengan warga yang terkonfirmasi COVID- 19. Dengan demikian bisa dilaksanakan tes swab atau swab antigen untuk memastikan apakah warga yang kontak langsung dengan orang yang terkonfirmasi Corona, juga positif atau negatif terkonfirmasi COVID- 19.

“Giat pelaksanaan operasi Yustisi akan dimasifkan lagi, tidak hanya pada malam hari saja, tetapi juga pada siang hari. Pembatasan kerumuman warga baik di tempat pesta, rumah ibadah masing-masing diisi 50 persen dari kapasitas yang tersedia,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, lokasi keramaian seperti pusat perbelanjaan harus selalu ada petugas yang mengawasi langsung. Khusus untuk semua kafe di Kota Palu, Hadi menegaskan jam operasionalnya untuk sementara dibatasi hanya sampai pukul 21.00 WITA.

Langkah-langkah dan kebijakan tersebut sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran COVID -19. Pembatasan jam operasional, katanya, hanya sementara sambil menunggu perkembangan COVID-19 di wilayah Kota Palu. “Doa kita bersama agar kasus terkonfirmasi COVID-19 di wilayah Kota Palu bisa terus melandai, kuncinya adalah dengan menerapkan 5 M,” harap Wali Kota.

Ia menambahkan, strategi pencegahan dari 3M menjadi 5M yakni, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. “Gerakan 5M COVID-19 yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi,” kata Hadi.

Untuk progres penanganan vaksinasi, secara menyeluruh masyarakat Kota Palu harus lebih dimasifkan lagi. Kepada petugas Puskesmas diminta untuk gerak cepat mendatangi setiap rumah warga untuk giat vaksinasi, khususnya bagi warga lanjut usia (lansia). “Untuk warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 agar isolasi mandiri. Namun harus juga dilihat kondisi rumahnya,” ujarnya.

Bahkan, secara tegas Wali Kota Hadi menyampaikan agar warga yang isolasi mandiri, ada baiknya rumahnya dipasangi label bagi warga yang terkonfirmasi COVID-19. Biar lebih mudah diketahui warga sekitar. Sebab, dari hasil laporan, kebanyakan yang kena COVID-19 tersebut, kebanyakan dari klaster keluarga.

Adapun untuk Operasi Yustisi dari usulan pihak kepolisian agar dibagi tiga tim untuk lebih menjangkau di semua bagian terkait dengan pelaksanaan PPKM Mikro, menurut Wali Kota hadi, mendapat respons positif dari Pemerintah Kota Palu.

Comments are closed.