ONE Championship: Anthony Engelen Layangkan Tantangan, Bruno Pucci Menjawab

Gaya Anthony Engelen saat berada di atas Circle ONE Championship. Foto: ONE Championship

Saat Anthony “The Archangel” Engelen kembali berlaga di atas Circle ONE Championship, ada satu nama yang ingin ia hadapi – seorang rival lama yang memberinya mimpi buruk di laga debut.

Atlet featherweight berdarah Indonesia ini ingin memberi kebanggaan pada bumi pertiwi dengan meraih prestasi di pentas global ONE, dan ia percaya sebuah kemenangan atas Bruno “Puccibull” Pucci bisa memuluskan jalannya.

Hal itu pun sesuai dengan saran dari para netizen. Lewat poling di Instagram, ia sempat menanyakan siapa lawan yang cocok bagi dirinya saat ia kembali berlaga.

Mayoritas responden ternyata memilih Bruno Pucci, petarung asal Brasil yang juga suami dari Juara Dunia ONE Women’s Atomweight Angela Lee.

Bagi publik MMA, latar belakang keduanya yang sama-sama berangkat dari disiplin Brazilian Jiu Jitsu mungkin jadi faktor pertimbangan utama.

“Sebenarnya, tujuan utama saya adalah untuk memancing reaksi publik hingga mendapat perhatian dan pertimbangan ONE Championship; sebagai pemegang keputusan tertinggi tentang jadwal pertandingan dan para petarung,” bukanya.

Bruno Pucci pun menanggapi positif tantangan tersebut. Dalam sebuah komen di Instagram, ia menuliskan ‘Let’s go!’

Pertemuan pertama meraka terjadi sekitar enam tahun lalu. Pada Desember 2015, Engelen memasuki Mall Of Asia Arena di Manila, Filipina, dengan rekor tanpa cela dalam MMA, 3-0. Ia pun ingin memberi kesan sempurna dalam debutnya.

Namun, Pucci tampil superior kala itu lewat kemampuan yang menjadikannya dua kali Juara Dunia BJJ No Gi. Anthony pun tidak mencari alasan. Ia mengaku jika saat itu, lawannya memang layak unggul.

“Pria ini adalah petarung hebat. Ia grappler kelas dunia, dan anda tahu, laga pertama itu jelas menjadi miliknya,” kata pria berdarah Manado in.

Sama-sama Meraih Kemenangan Cepat di ONE Championship

Namun, banyak hal telah berubah sejak saat itu. Kedua bintang ini sama-sama telah mempertajam kemampuan mereka, serta membenahi seluruh kelemahan dan memperbaiki permainan mereka.

Sebagai contoh, “Puccibull” memaksa mantan Juara Dunia ONE Lightweight Kotetsu “No Face” Boku untuk tap-out pada ronde pertama, dan mencetak salah satu submission tercepat di featherweight dengan menaklukkan “White Dragon” Xie Chao via guillotine choke dalam waktu 56 detik.

Sebaliknya, Anthony menampilkan kemampuan grappling luar biasa dengan sepasang kemenangan via rear-naked choke dan meraih catatan rekor untuk salah satu kemenangan KO tercepat dalam divisinya, saat menghentikan spesialis Kun Khmer Kamboja, Meas Meul, dengan tendangan ke arah kepala dalam waktu 39 detik.

Berdasarkan hasil ciamik tersebut, “The Archangel” merasa bahwa hasil dalam laga ulang kali ini akan sangat jauh berbeda.

“Saya telah berkembang pesat sejak itu dan kami juga memiliki karier yang cukup aktif. Kami berdua melawan berbagai rival tingkat tinggi, baik penantang [teratas], atau penantang gelar, atau mereka yang kini menjadi juara,” tegasnya.

“Kami berdua memiliki beberapa kemenangan bagus, beberapa kekalahan, dan saya kira ini adalah laga yang seimbang. Maka, saat ini terjadi, ini akan menjadi laga yang luar biasa, 100 persen.”

Saat ditanya tentang 3 aspek utama yang harus diwaspadai dari “Pucibull” maka “The Archangel” langsung menjawab: “Takedown, takedown, dan takedown!”. “Menurut saya, ia akan menerapkan game plan yang mirip dengan beberapa laga terakhir,” kata atlet Bali MMA ini.

“Prediksi saya, ia akan mencoba menerapkan takedown sesegera mungkin pada lawan di atas ring. Kalau kami jadi berlaga, maka saya berencana untuk bertahan dalam pertarungan stand up!” papar Engelen.

Download ONE Super App untuk mengikuti perkembangan terbaru terkait ONE Championship!

Comments are closed.