Motif Koki di Semarang Pukul Teman Kencan Pakai Ulekan: Butuh Uang Bayar Cicilan

Ilustrasi pemukulan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Boy Anantyasari (21) tega menganiaya teman kencannya SP (39) lantaran ingin menguasai uang korban. Koki di sebuah warung ayam di Kota Semarang itu bahkan membawa ulekan batu untuk melancarkan aksinya.

Saat ditemui awak media di Mapolrestabes Semarang, warga Grobogan itu mengatakan, niat jahat untuk merampok dan menganiaya korban muncul lantaran dirinya membutuhkan uang untuk membayar cicilan motor.

” Muntu (ulegan batu) memang sengaja saya bawa, memang berencana merampok. Biasanya buat kerja buat ngguleng sambal. Saya butuh uang buat ngangsur motor dan kirim uang buat orang tua,” ujar Boy, Jumat (13/5).

Peristiwa penganiayan itu terjadi pada Rabu 11 Mei 2022 sekitar pukul 01.45 WIB. Boy yang sedang kalut mendatangi wilayah sekitar Stasiun Poncol untuk mencari pekerja seks komersial (PSK).

Saat itu ia bertemu dengan korban. Boy lalu sepakat menggunakan jasa prostitusinya.

“Sempat tawar menawar lalu tarifnya Rp 300 ribu hotelnya Rp 200 ribu. Kami sepakat,” jelas dia.

Kemudian, Boy dan SP check in di sebuah kamar hotel dan berhubungan badan. Namun saat korban dalam posisi membelakangi pelaku, Boy justru mengambil ulekan dan menghatamkannya ke kepala SP berkali-kali.

“Saya pukul sekitar 7 kali. Niatnya saya mau bikin dia pingsan terus saya kabur ambil uangnya,” imbuh dia.

Boy mengakui perbuatan sadisnya itu terinspirasi dari film genre psikopat yang ia tonton. Ia memilih beraksi menggunakan ulekan agar si korban tidak tewas.

“Saya itu sering nonton film psikopat. Tapi saya bawa muntu itu karena saya mikir tumpul, kalau palu korban bisa langsung mati,” ungkapnya.

Di sisi lain, SP (39) mengatakan, pelaku memukulinya dengan membabi buta. Bahkan, saat ia dipukuli pelaku terus memegangi badannya agar tidak kabur.

“Untung pintu tidak saya kunci. Setelah lolos saya kabur ke resepsionis masih telanjang dan kepala berdarah-darah,” imbuh SP.

Akibat perbuatan brutal pelaku, SP mendapat 25 jahitan. Bahkan, ia harus mencukur habis rambutnya.

“Ini ada 25 jahitan. Rambut saya sampai habis ini,” kata SP.

Comments are closed.