Mohon Tahan untuk Tidak Berkumpul

Kawan-kawan mohon tahan benar untuk tidak kumpul-kumpul. Kecuali memang pakai protokol kesehatan (prokes) super ketat dan enggak ada agenda makan-makan serta minum-minum. Sebab pasti itu buka masker.

Online aja dulu semua. Untuk soal rezeki mari doa yang banyak. Biar Allah SWT anterin rezeki buat kita. Secara kita kepengin menjaga keselamatan dan kesehatan orang banyak.

Keluar, tetep boleh loh ya. Tapi pastikan prokes ketat. Utamanya maskeran. Dan bermaskerlah yang bener. Maskernya buang setelah ketemuan sama orang. Buang di luar dan jangan sembarang buang juga. Sering-sering cuci tangan pake sabun, dengan dicuci agak santai. Pakai hand sanitizer atau minyak kayu putih, dah.

Ilustrasi pakai masker saat isolasi. Foto: Shutter Stock

Ini WhatAapp saya saja tiap hari bisa nerima sekian kabar duka. Entah itu memang baru kena, kritis, sampai kemudian wafat.

Beberapa waktu lalu, guru kami, senior kami, kakak kami, Mas Haji Yuli, wafat sebab COVID-19 dengan izin Allah SWT. Kami sudah duga. Sebab Beliau ada komorbid. Ada penyakit penyerta. Waktu lebaran kemarin, karena sudah agak landai, kami semua agak kendor prokes. Qadarullaah, akhirnya kena dengan izin Allah SWT. Sudah takdir juga.

Titip doa ya. Kalau bukan karena beliau, secara manusianya, dengan izin Allah SWT, ga ada Daarul Qur’an.

Yusuf Mansur. Foto: kumparan.

Saya kembali kenceng lagi juga soal prokes. Maafin saya juga banyak enggak ngasih contoh dan abai terhadap yang hal ini. Mungkin karena kemarin saya merasa aman. Yaa Rabb.

Oke, ya? Diperhatikan sekali ini. Jangan sampai balik kayak awal dulu. Atau malah jadi kayak India. Naudzubillah.

Comments are closed.