Miris, 92 Pasien Corona di Jakarta Menunggu di Selasar IGD karena RS Penuh

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui monitor CCTV meninjau kondisi terkini di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (29/06) malam. Foto: Dok. Pribadi/ANTARA

Rumah sakit di Jakarta yang menangani pasien corona harus menambah kapasitas dengan berbagai cara. Sebab, tempat tidur yang ada sudah tak menampung lagi.

Bahkan, tidak jarang, pasien corona harus menunggu, dirawat sementara di selasar rumah sakit karena kondisi sudah penuh.

Hal ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam rapat darurat bersama ASN di Jakarta, Jumat (2/7) malam. Anies menggambarkan bagaimana kondisi RSKD Duren Sawit yang sempat didatanginya.

“Pada saat kita, saya datang ke rumah sakit di RSKD Duren Sawit, pada saat itu IGD kita sudah penuh. Saya ingin tunjukkan di sini. Ini adalah selasar depan IGD di RS Duren Sawit,” tutur Anies.

“Ini adalah pasien, orang yang datang, yang tidak tertampung di kamar. 92 orang malam itu harus menunggu di selasar. Ini adalah jalan aspal. Ini semula aspal yang kemudian diganti menjadi keramik, diubah menjadi tempat transit, karena IGD-nya tidak cukup. Tempat tidurnya tidak cukup,” jelas dia.

Anies ingin menunjukkan kondisi rumah sakit yang begitu penuh adalah nyata dan harus dihadapi saat ini. Sehingga semua pihak harus bahu membahu menangani corona.

Kondisi Corona dan rencana pengetatan di Jakarta. Foto: Dok. Istimewa

“Situasi yang sedang dihadapi ini nyata. Ketika kita menyaksikan angka spt ini, bukan berarti semua orang dapat tempat tidur. Ini memang mepet tapi begitu banyak yang hari ini kesulitan. ICU juga sama,” ujar dia.

“Belum pernah sepanjang masa pandemi, kapasitas tempat tidur kita selalu di atas dibandingkan jumlah pasien. Sekarang kita dalam posisi sangat, sangat berisiko. Mepet sekali. Dan kita harus menambah tempat untuk penampungan perawatan bagi saudara-saudara kita yang terpapar,” tambah dia.

Kondisi Corona dan rencana pengetatan di Jakarta. Foto: Dok. Istimewa

Untuk itu, Anies akan mengubah JIExpo menjadi tempat merawat pasien corona dengan kapasitas 24 ribu orang. Tak hanya itu, ada 28 tempat lainnya yang sedang disiapkan.

“Jumlah pasien isolasinya meningkatnya luar biasa. 21 juni 211 orang, 10 hari kemudiam 1.600. Dalam waktu kurang dari 2 minggu, fasilitas isolasi terkendali di 3 lokasi itu sudah naik 61 persen dari kapasitas. Di luar ini, sedang disiapkan 28 lokasi baru, termausk rusun pasar rumput, dengan total tambahan 6.534 pasien isolasi. Nanti rusun daan mogot, Pulogebang, yamg potensinya bisa menampung sampai 1500 pasien,” ucap dia.

Comments are closed.