Militer Tunisia Evakuasi 81 Imigran yang Nekat Naik Kapal Rusak Menuju Eropa

Ilustrasi kapal imigran. Foto: Angelos Tzortzinis/AFP

Angkatan Laut Tunisia menyatakan telah menyelamatkan 81 orang diduga imigran gelap, salah satunya seorang wanita, yang berangkat menggunakan kapal tidak laik dari Libya menuju Eropa.

Kapal yang dilaporkan dalam kondisi telah rusak tersebut berada sekitar enam kilometer di lepas pantai timur laut Tunisia sebelum akhirnya dievakuasi, kata angkatan laut.

Kapal tersebut membawa 38 orang Mesir, 32 orang Bangladesh, 10 orang Sudan dan seorang Maroko. Seluruhnya berusia antara 20 hingga 38 tahun.

Berdasarkan keterangan kepada petugas, para imigran tersebut berangkat dari desa pesisir Abu Kammash, dekat perbatasan Libya dengan Tunisia. Mereka diserahkan ke garda nasional untuk diproses lebih lanjut.

Tunisia dan negara tetangganya Libya adalah titik keberangkatan utama bagi para imigran yang ingin mencapai pantai Eropa. Seringkali para imigran ini ditemukan nekat berangkat dengan kapal yang tidak dalam kondisi baik.

Pulau Lampedusa di Italia yang hanya berjarak sekitar 130 kilometer dari pantai Tunisia, menjadi salah satu lokasi yang dituju.

Bulan lalu saja, pihak berwenang Libya menangkap 542 calon imigran yang bersiap berangkat ke Eropa dengan perahu karet, kata sumber keamanan. Seorang fotografer AFP mengatakan sebagian besar dari mereka berasal dari Bangladesh.

Organisasi Internasional untuk Migrasi mengatakan bahwa hampir 2.000 migran tenggelam atau hilang di Mediterania pada tahun 2021, dibandingkan dengan 1.401 tahun sebelumnya.

Ini adalah rute migrasi paling mematikan di dunia, tetapi orang-orang yang berharap untuk membangun kehidupan yang lebih baik di Eropa mengambil risiko tersebut.

Comments are closed.