Menyebarnya Varian Delta Sebabkan Penambahan Harian Corona di Korsel Pecah Rekor

Penumpang yang mengenakan masker menunggu bus di halte bus di Kota Seoul, Korea Selatan, Rabu (12/8). Foto: Jung Yeon-je / AFP

Penambahan kasus virus corona di Korea Selatan (Korsel) memecahkan rekor harian. Peristiwa itu terjadi saat pemerintah mempertimbangkan untuk kembali memperketat pembatasan kegiatan.

Menurut laporan yang dirilis Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel (KDCA) pada Rabu (7/7/2021) dalam 24 jam muncul 1275 kasus baru COVID-19. Penambahan itu merupakan yang terbesar sejak penularan corona muncul di Korsel awal 2020 lalu.

Merespons lonjakan kasus COVID-19 Pemerintah Korsel akan memberlakukan pembatasan ke level paling tinggi level empat. Kekhawatiran pemerintah terkait penyebaran cepat virus corona ke kelompok usia 20 sampai 30 tahun yang belum divaksin.

Orang-orang memakai masker untuk menghindari penyebaran virus corona di Seoul, Korea Selatan, Kamis (28/5). Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji

Salah satu pembatasan yang kembali diperketat adalah aturan jaga jarak. Aturan tersebut sempat dilonggarkan ketika kasus COVID-19 di Negeri Gingseng menunjukkan penurunan.

Selain pembatasan, Korsel akan mempercepat vaksinasi. Sampai saat ini baru 10 persen dari 52 juta orang populasi Korsel yang menerima vaksin corona.

Lonjakan kasus COVID-19 di Korsel terjadi akibat menyebarnya varian Delta yang berbahaya. WHO memprediksi varian Delta akan menjadi varian paling dominan.

Menyebarnya varian Delta membuat total kasus infeksi virus corona di Korsel mencapai 164.028 orang. Sebanyak 3034 di antaranya meninggal dunia.

Comments are closed.